Selasa, 11 Januari 2022

Selalu Mencari Tuhan

Mrk 1:29-39

 

Ketika disodorkan sebuah pertanyaan, sudahkah anda menemukan Yesus dalam hidup anda? Mungkin sebagian dari kita secara spontan menjawab iya, tanpa mengetahui dengan jelas alasan apa mendasarinya. Mungkin juga ada segelintir orang yang sudah secara matang telah menemukan Yesus dalam hidupnya, sehingga mereka tidak ragu-ragu menjawab iya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak dari kita yang mungkin belum menemukan Yesus dalam hidupnya. Setelah sekian lama mencari dan terus mencari tentang sosok Yesus, ternyata kita belum menemukan figur Yesus yang mempengaruhi hidup kita. Kesaksian hidup seperti ini memang sungguh kontras jikalau diucapkan oleh seorang Kristen atau pengikut Kristus. Tetapi inilah kenyataan yang membentang di hadapan kita. Bahwa banyak orang Kristen yang belum mengenal Kristus dalam hidupnya. Mengenal saja belum. Apalagi sungguh merasakan daya pikat-Nya yang mengintervensi hidup manusia.

 

Daya pikat atau pesona yang ditunjukkan oleh Yesus betul-betul dialami oleh orang-orang sezaman Yesus. Tidak hanya dengan kata-kata, melainkan dengan aksi fenomenal-Nya, kehadiran Yesus begitu dinanti-nantikan. Dalam bacaan Injil hari ini (Mrk 1:29-39), kita mengetahui bahwa setelah Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon dari penyakit demamnya, berita tentang kedatangan Yesus dan aksi mukjizat-Nya dengan cepat menyebar. Dan sepertinya tidak menunggu terlalu lama karena segera sesudah itu, banyak orang secara massal datang untuk bertemu dengan Yesus. Mayoritas yang datang karena mereka memiliki kepentingan untuk disembuhkan oleh Yesus. Mereka datang dengan pelbagai penyakit dan mengharapkan pertolongan dari Yesus. Yesus tidak menolak mereka. Ia menerima kehadiran mereka dengan kasih yang tulus. Dan dengan semangat kasih itu pula, Ia menyembuhkan segala penyakit yang mendera mereka.

 

Spirit kasih yang ditunjukkan oleh Yesus tidak ekslusif menyasar wilayah tertentu saja. Spirit kasih itu tentu berciri universal. Dan Yesus sungguh menyadari bahwa Ia datang bukan hanya untuk satu kelompok manusia saja melainkan semua orang yang selalu mencari dan merindukan kehadiran Diri-Nya di mana dan kapan saja Ia berada. Oleh karena itu tidak heran bahwa menjelang pagi hari (waktu hari masih pagi-pagi benar), Yesus segera menyingkir untuk pergi ke daerah lain. Ketika Simon menemukan Yesus dan mengatakan bahwa semua orang mencari-Nya, Yesus dengan tegas berkata: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (Mrk 1:38).

 

Semangat “selalu mencari Yesus” yang diperlihatkan oleh orang-orang Israel membuktikan bahwa pertama, orang Israel sudah mengetahui siapa sosok Yesus sebenarnya. Ternyata Yesus bukan orang sembarangan. Kalau Ia tidak memiliki keistimewaan, pasti orang-orang sezaman-Nya tidak akan mencari dan mengikuti Dia. Keistimewaan Yesus itu terletak pada kata-kata dan perbuatan ajaib-Nya. Kata-kata-Nya begitu meneguhkan dan memberi penguatan terutama bagi orang-orang kecil dan miskin di kala itu. Orang-orang juga mengenal Yesus karena Ia selalu melakukan aksi mukjizat. Misalnya dengan menyembuhkan orang sakit, orang lumpuh, orang yang kerasukan roh jahat, dan bahkan membangkitkan orang mati. Kedua, orang-orang Israel dengan inisiatif sendiri atau ajakan orang lain, mau datang dengan kerelaan hati untuk menyerahkan diri ke dalam penyelenggaraan ilahi. Mereka terbuka kepada keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus. Tidak hanya keselamatan secara fisik, namun secara rohani. Mereka mau percaya dengan total kepada Yesus dan mengikuti segala ajaran-Nya. Memang ada juga orang-orang yang bersikap pragmatis dan oportunis. Mereka hanya memanfaatkan momentum untuk mencari keselamatan fisik semata. Setelah pulang, belum tentu mereka mau mengikuti Yesus dan segala ajaran-Nya.

 

Berbicara tentang agama dan Tuhan di masa kini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai orang-orang yang beragama. Terutama bagi kita penganut iman kristiani, Orang-orang Kristen sepertinya tidak merasa tertarik lagi dengan segala hal yang berbau agama dan Tuhan. Orang lebih merasa kepemilikian agama dan Tuhan itu sesuatu hal yang sangat privasi. Tidak boleh diumbar atau diperlihatkan baik dalam kata-kata atau pun perbuatan. Kita sepakat dengan pernyataan ini. Namun menjadi non sense dan tidak benar apabila orang-orang Kristen hendak berlindung di balik pernyataan itu untuk tidak mau lagi melibatkan diri dalam segala urusan yang berbau rohani. Lebih miris lagi, kalau kita melihat dan menyaksikan banyak orang Kristen yang hidupnya sudah tidak kristiani lagi. Mereka suka melakukan tipu daya, berlaku tidak adil terhadap orang lain, melakukan korupsi, mencari keuntungan dan prestise diri dengan cara yang tidak halal, berlaku munafik, bersikap pongah atau sombong dan tidak jujur dalam hidupnya.

 

Hari ini kita semua diundang untuk tidak berhenti mencari Tuhan dalam hidup. Kita mencari Tuhan bukan saja karena kita ingin mendapatkan keselamatan. Lebih dari itu, kita ingin membangun percakapan yang lebih akrab dengan Diri-Nya. Kita ingin bersatu lebih dalam dengan Tuhan untuk mau mendengarkan dan meresapi segala hal yang telah dikatakan-Nya. Kita mau mengambil langkah yang lebih baik dan benar dalam hidup. Agar hidup kita lebih bernilai dan bermartabat di mata Tuhan dan sesama. Selalu mencari Tuhan dalam hidup adalah setia melakukan perjalanan spiritual untuk mendengarkan sabda-Nya, berdoa dengan sungguh-sungguh, dan berusaha mencari jawaban ilahi dari setiap pergalaman atau pergulatan hidup yang kita alami. Amin. ***AKD***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar