Mrk 1:29-39
Ketika disodorkan sebuah pertanyaan, sudahkah anda
menemukan Yesus dalam hidup anda? Mungkin sebagian dari kita secara spontan
menjawab iya, tanpa mengetahui dengan jelas alasan apa mendasarinya. Mungkin
juga ada segelintir orang yang sudah secara matang telah menemukan Yesus dalam
hidupnya, sehingga mereka tidak ragu-ragu menjawab iya. Namun tidak bisa
dipungkiri bahwa banyak dari kita yang mungkin belum menemukan Yesus dalam
hidupnya. Setelah sekian lama mencari dan terus mencari tentang sosok Yesus,
ternyata kita belum menemukan figur Yesus yang mempengaruhi hidup kita.
Kesaksian hidup seperti ini memang sungguh kontras jikalau diucapkan oleh
seorang Kristen atau pengikut Kristus. Tetapi inilah kenyataan yang membentang
di hadapan kita. Bahwa banyak orang Kristen yang belum mengenal Kristus dalam
hidupnya. Mengenal saja belum. Apalagi sungguh merasakan daya pikat-Nya yang
mengintervensi hidup manusia.
Daya pikat atau pesona yang ditunjukkan oleh Yesus
betul-betul dialami oleh orang-orang sezaman Yesus. Tidak hanya dengan
kata-kata, melainkan dengan aksi fenomenal-Nya, kehadiran Yesus begitu
dinanti-nantikan. Dalam bacaan Injil hari ini (Mrk 1:29-39), kita mengetahui
bahwa setelah Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon dari penyakit demamnya,
berita tentang kedatangan Yesus dan aksi mukjizat-Nya dengan cepat menyebar.
Dan sepertinya tidak menunggu terlalu lama karena segera sesudah itu, banyak
orang secara massal datang untuk bertemu dengan Yesus. Mayoritas yang datang
karena mereka memiliki kepentingan untuk disembuhkan oleh Yesus. Mereka datang
dengan pelbagai penyakit dan mengharapkan pertolongan dari Yesus. Yesus tidak
menolak mereka. Ia menerima kehadiran mereka dengan kasih yang tulus. Dan
dengan semangat kasih itu pula, Ia menyembuhkan segala penyakit yang mendera
mereka.
Spirit kasih yang ditunjukkan oleh Yesus tidak
ekslusif menyasar wilayah tertentu saja. Spirit kasih itu tentu berciri
universal. Dan Yesus sungguh menyadari bahwa Ia datang bukan hanya untuk satu
kelompok manusia saja melainkan semua orang yang selalu mencari dan merindukan
kehadiran Diri-Nya di mana dan kapan saja Ia berada. Oleh karena itu tidak
heran bahwa menjelang pagi hari (waktu hari masih pagi-pagi benar), Yesus
segera menyingkir untuk pergi ke daerah lain. Ketika Simon menemukan Yesus dan
mengatakan bahwa semua orang mencari-Nya, Yesus dengan tegas berkata: “Marilah
kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga
Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (Mrk 1:38).
Semangat “selalu mencari Yesus” yang diperlihatkan
oleh orang-orang Israel membuktikan bahwa pertama, orang Israel sudah
mengetahui siapa sosok Yesus sebenarnya. Ternyata Yesus bukan orang
sembarangan. Kalau Ia tidak memiliki keistimewaan, pasti orang-orang
sezaman-Nya tidak akan mencari dan mengikuti Dia. Keistimewaan Yesus itu
terletak pada kata-kata dan perbuatan ajaib-Nya. Kata-kata-Nya begitu
meneguhkan dan memberi penguatan terutama bagi orang-orang kecil dan miskin di
kala itu. Orang-orang juga mengenal Yesus karena Ia selalu melakukan aksi
mukjizat. Misalnya dengan menyembuhkan orang sakit, orang lumpuh, orang yang
kerasukan roh jahat, dan bahkan membangkitkan orang mati. Kedua, orang-orang
Israel dengan inisiatif sendiri atau ajakan orang lain, mau datang dengan
kerelaan hati untuk menyerahkan diri ke dalam penyelenggaraan ilahi. Mereka
terbuka kepada keselamatan yang ditawarkan oleh Yesus. Tidak hanya keselamatan
secara fisik, namun secara rohani. Mereka mau percaya dengan total kepada Yesus
dan mengikuti segala ajaran-Nya. Memang ada juga orang-orang yang bersikap
pragmatis dan oportunis. Mereka hanya memanfaatkan momentum untuk mencari
keselamatan fisik semata. Setelah pulang, belum tentu mereka mau mengikuti
Yesus dan segala ajaran-Nya.
Berbicara tentang agama dan Tuhan di masa kini
tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai orang-orang yang beragama.
Terutama bagi kita penganut iman kristiani, Orang-orang Kristen sepertinya
tidak merasa tertarik lagi dengan segala hal yang berbau agama dan Tuhan. Orang
lebih merasa kepemilikian agama dan Tuhan itu sesuatu hal yang sangat privasi.
Tidak boleh diumbar atau diperlihatkan baik dalam kata-kata atau pun perbuatan.
Kita sepakat dengan pernyataan ini. Namun menjadi non sense dan tidak benar apabila orang-orang Kristen hendak
berlindung di balik pernyataan itu untuk tidak mau lagi melibatkan diri dalam
segala urusan yang berbau rohani. Lebih miris lagi, kalau kita melihat dan
menyaksikan banyak orang Kristen yang hidupnya sudah tidak kristiani lagi.
Mereka suka melakukan tipu daya, berlaku tidak adil terhadap orang lain,
melakukan korupsi, mencari keuntungan dan prestise diri dengan cara yang tidak
halal, berlaku munafik, bersikap pongah atau sombong dan tidak jujur dalam hidupnya.
Hari ini kita semua diundang untuk tidak berhenti
mencari Tuhan dalam hidup. Kita mencari Tuhan bukan saja karena kita ingin
mendapatkan keselamatan. Lebih dari itu, kita ingin membangun percakapan yang
lebih akrab dengan Diri-Nya. Kita ingin bersatu lebih dalam dengan Tuhan untuk
mau mendengarkan dan meresapi segala hal yang telah dikatakan-Nya. Kita mau
mengambil langkah yang lebih baik dan benar dalam hidup. Agar hidup kita lebih
bernilai dan bermartabat di mata Tuhan dan sesama. Selalu mencari Tuhan dalam
hidup adalah setia melakukan perjalanan spiritual untuk mendengarkan sabda-Nya,
berdoa dengan sungguh-sungguh, dan berusaha mencari jawaban ilahi dari setiap
pergalaman atau pergulatan hidup yang kita alami. Amin. ***AKD***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar