I Kor 2:1-5
Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu,
saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan
hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di
antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan
sangat takut dan gentar.
Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan
dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan
Roh, supaya iman kamu jangan bergantung
pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. (I Kor 2:1-5)
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar,
dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak
orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung
tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di
bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di
dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,
supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di
sorga." (Mat 5:13-16)
Dari bacaan
pertama di atas Paulus hendak mengatan kepada semua orang terutama umat yang
ada di Korintus saat itu tentang kebenaraan akan Yesus Kristus Tuhan kita.
Bagaimana Paulus , dia dipanggil oleh Allah dan Allah hadir di dalam diri untuk
memberikan kesaksian tentang kebangkitan dengan memutuskan untuk tidak
mengetahui apa-apa di antara umat selain Yesus Kristus yaitu Dia yang
disalibkan.
Paulus awal
dengan rasa takut dan dalam kelemahan. Perkataan dan pemberitaan Paulus sungguh
menyatakan dan mengakui berbagai kekurangan dan kelemahan baik kata-kata hikmat
yang meyakinkan namun menyerahkan segala kekurangannya akan kehendah Roh Kudus.
Dengan Roh Kudus segala keragu-raguan, ketakutan semuanya akan hilang sehingga
iman tidak bergantung pada hikmat manusia tetapi pada kekuatan Allah.
Dalam khotbah
dibukit, Yesus bersabda kepada para muridnya, “ Kamu adalah Garam dunia. Jika
Garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan ? Tidak ada gunanya selain
selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang
terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Apa artinya hidup kita tidak
akan ada gunanya bagi sesama ?
Pertanyaan mendasar bagi semua orang yang hidup harus berguna bagi
sesame, jika tidak hidup itu tidak ada gunanya.
Dalam perumpamaan tentang garam
dan terang, Yesus mau menegaskan makna hidup kita sebagai orang yang beriman.
Kita tahu bahwa garam sangat berguna sebagai pengawet dan penyedap rasa. Tanpa
garam makanan tidak akan awet apabila disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Tanpa garam makanan itu akan terasa hambar. Yesus mengharapkan kita untuk
menjadi garam, itu berarti kita sebagai orang beriman itu harus harus berfungsi
dalam dua hal tersebut yakni menjadi garam dan terang. Menjadi pengikut Yesus
Kristus harus menjadi orang yang mampu membawa rasa antara sesame manuusia yang
awet dan membuat hidup itu nyaman untuk dijalani. Kita diharapkan tidak menjadi
pemecah-belah persaudaraan dan persatuan dan tidak boleh menjadi sumber ketidak
harmonisan dan kebahagiaan bagi sesama.
Kita semua tahu lampu itu berguna sebagai penerang. Ketika Yesus mengharapkan kita untuk menjadi terang. Itu berarti bahwa Yesus Kristus sebenarnyanya maumenegaskan bahwa sebagai pengikut-Nya, seluruh kebenaran dan keadilan serta cinta kasih bagi sesame. Yesus Kristus mengingatkan kita untuk melakukan segala sebagaimana sewajarnya. Tidak boleh berlebihan dan tidak boleh munafik. Seorang Kristiani harus menampakan kejujuran, keadilan dan kerendahan hati serta cinta yang dapat dialami oleh sesama kita disekitar. Itulah hidup yang bermanfaat dan berguna sebagaimana yang diharapkan oleh Tuhan Yesus sendiri.
Kita semua tahu lampu itu berguna sebagai penerang. Ketika Yesus mengharapkan kita untuk menjadi terang. Itu berarti bahwa Yesus Kristus sebenarnyanya maumenegaskan bahwa sebagai pengikut-Nya, seluruh kebenaran dan keadilan serta cinta kasih bagi sesame. Yesus Kristus mengingatkan kita untuk melakukan segala sebagaimana sewajarnya. Tidak boleh berlebihan dan tidak boleh munafik. Seorang Kristiani harus menampakan kejujuran, keadilan dan kerendahan hati serta cinta yang dapat dialami oleh sesama kita disekitar. Itulah hidup yang bermanfaat dan berguna sebagaimana yang diharapkan oleh Tuhan Yesus sendiri.
Garam menjadi
hambar, cahaya bisa menjadi redup dan padam, namun Yesus meminta kita untuk
memelihara kehidupan kita agar tetap menjadi garam dan terang yang tak pernah
redup. Kita harus menampakan kemuliaan Allahdalam seluruh bentuk kehidupan yang
Tuhan percayakan kepada kita untuk kita jalani di dunia apapun situasinya.
Apakah hidupku bermanfaat bagi sesamaku disekitar. Apakah aku sudah hidup benar
didalam panggilan hidup yang kujalani saat ini
Jk
Lejab


Tidak ada komentar:
Posting Komentar