Kamis, 20 Februari 2020

AKU MENYAMPAIKAN KEPADAMU KESAKSIAN TENTANG YESUS KRISTUS YANG DISALIBKAN.






                                                                    I Kor 2:1-5
 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,  supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. (I Kor 2:1-5)

https://penyuluhan-bimbingan-agama1.blogspot.com


"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Mat 5:13-16)
Dari bacaan pertama di atas Paulus hendak mengatan kepada semua orang terutama umat yang ada di Korintus saat itu tentang kebenaraan akan Yesus Kristus Tuhan kita. Bagaimana Paulus , dia dipanggil oleh Allah dan Allah hadir di dalam diri untuk memberikan kesaksian tentang kebangkitan dengan memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara umat selain Yesus Kristus yaitu Dia yang disalibkan.
Paulus awal dengan rasa takut dan dalam kelemahan. Perkataan dan pemberitaan Paulus sungguh menyatakan dan mengakui berbagai kekurangan dan kelemahan baik kata-kata hikmat yang meyakinkan namun menyerahkan segala kekurangannya akan kehendah Roh Kudus. Dengan Roh Kudus segala keragu-raguan, ketakutan semuanya akan hilang sehingga iman tidak bergantung pada hikmat manusia tetapi pada kekuatan Allah.

Dalam khotbah dibukit, Yesus bersabda kepada para muridnya, “ Kamu adalah Garam dunia. Jika Garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan ? Tidak ada gunanya selain selain dibuang dan diinjak-injak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Apa artinya hidup kita tidak akan ada gunanya bagi sesama ?  Pertanyaan mendasar bagi semua orang yang hidup harus berguna bagi sesame, jika tidak hidup itu tidak ada gunanya. 

Dalam perumpamaan tentang garam dan terang, Yesus mau menegaskan makna hidup kita sebagai orang yang beriman. Kita tahu bahwa garam sangat berguna sebagai pengawet dan penyedap rasa. Tanpa garam makanan tidak akan awet apabila disimpan dalam jangka waktu yang lama. Tanpa garam makanan itu akan terasa hambar. Yesus mengharapkan kita untuk menjadi garam, itu berarti kita sebagai orang beriman itu harus harus berfungsi dalam dua hal tersebut yakni menjadi garam dan terang. Menjadi pengikut Yesus Kristus harus menjadi orang yang mampu membawa rasa antara sesame manuusia yang awet dan membuat hidup itu nyaman untuk dijalani. Kita diharapkan tidak menjadi pemecah-belah persaudaraan dan persatuan dan tidak boleh menjadi sumber ketidak harmonisan dan kebahagiaan bagi sesama. 


https://penyuluhan-bimbingan-agama1.blogspot.com
Kita semua tahu lampu itu berguna sebagai penerang. Ketika Yesus mengharapkan kita untuk menjadi terang. Itu berarti bahwa Yesus Kristus sebenarnyanya maumenegaskan bahwa sebagai pengikut-Nya, seluruh kebenaran dan keadilan serta cinta kasih bagi sesame. Yesus Kristus mengingatkan kita untuk melakukan segala sebagaimana sewajarnya. Tidak boleh berlebihan dan tidak boleh munafik. Seorang Kristiani harus menampakan kejujuran, keadilan dan kerendahan hati serta cinta yang dapat dialami oleh sesama kita disekitar. Itulah hidup yang bermanfaat dan berguna sebagaimana yang diharapkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

Garam menjadi hambar, cahaya bisa menjadi redup dan padam, namun Yesus meminta kita untuk memelihara kehidupan kita agar tetap menjadi garam dan terang yang tak pernah redup. Kita harus menampakan kemuliaan Allahdalam seluruh bentuk kehidupan yang Tuhan percayakan kepada kita untuk kita jalani di dunia apapun situasinya. Apakah hidupku bermanfaat bagi sesamaku disekitar. Apakah aku sudah hidup benar didalam panggilan hidup yang kujalani saat ini

Jk Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar