Senin, 23 Maret 2020

HAI ANAK, AKU BERKATA KEPADAMU BANGUNLAH


Mrk 5:21-43
Seorang Dokter memeriksa seorang pasien dan menyimpulkan, nyawa pasien ini tidak akan diselamatkan lagi. Dengan timnya ia berusaha sekuat tenaga. Menyadari bahwa usaha maksimal itu tidak berhasil, ia memanggil keluarga si pasien dan berkata, “Semua usaha medis sudah kita coba tetapi tidak membuahkan hasil yang menyenangkan. “  Dari sisi kita sebagai manusia, usaha itu sudah maksimal. Tetapi sebagai orang beriman mari kita berpasrah kepada Tuhan. Tuhan selalu mempunyai kuasa dan kemungkinan untuk memberikan yang tidak terduga. 
Kisah Injil ini adalah kisah berbicara kepasraran. Sebagai manusia kita dituntut untuk senantiasa berusaha semampu kita. Namun pada sisi lain, usaha dan kerja keras itu perlu di barengi demi iman akan penyelenggaraaan ilahi.  Seperti Yairus yang tetap berteguh dalam iman kepa Yesus Kristus, kitapun perlu senantiasa setia dalam iman kepada Kristus. Alangkah bahagianya kalau Kristus menemukan kita tetap setia dalam kasih kepada-Nya.
Dengan adanya wabah virus Corona Covid-19 yang kini tersebar di berbagai Negara di dunia termasuk Indonesia semestinya kita waspada.  Kematian itu merupakan takdir namun kita terus berusaha dan tetap teguh dalam iman akan Kristus. Dengan demikian apa yang disampaikan semua pihak baik dari pemerintah maupun gereja perlu kita taati. Kita harus mengendalikan diri, dan terus waspada dalam setiap aktivitas kita keseharian.
Yesus melihat orang-orang ribut, menagis dan meratap dengan suara nyaring, Yesus berkata kepada orang-orang itu, “Mengapa kamu ribut dan menagis ? Anak ini tidak mati, tetapi tidur ” Tetapi mereka menertawakan Dia. 
Disini Yesus menegaskan kepada kita untuk pekah terhadap situasi disekitar  kita. Dengan adanya wabah virus Corona Covid-19 menyadarkan kita untuk terus waspada. Kita ditutut untuk terus menjaga diri kita masing-masing. Dalam situasi seperti ini teruslah berusaha, waspada untuk mengatasi keadaan sesuai dengan arahan dari pemerintah maupun gereja. Tanpa campur tangan Tuhan maka, perjuangan akan sia-sia. Andalkan Tuhan dalam setiap lakah dan perjuangan kita terutam menghadapai suatuasi seperti ini. Dengan demikian Iman Kristus akan tumbuh  dalam setiap perjuangan terutama mengahadapi virus Corona Vovid-19 saat ini. Iman perlu diwujud nyatakan dalam siatuasi hidup yang nyata.
(Mrk 5 : 21-43 ) Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,  datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya  dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."  Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.  Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 

Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.  Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."   Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. 

Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"  Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"  Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorang pun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.  Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring.  Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"  Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.  Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"   Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.  Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorang pun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

JK Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar