Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi semua
makluk hidup. Dalam dunia kesehatan kebutuhan air bagi manusia dalam sehari tidak
kurang dari 5 liter air. Dengan demikian air merupakan kebutuhan yang sangat
penting agar bisa bertahan hidup. Perjumpaan wanita Samaria dengan Yesus di
Sumur Yakub pada siang bolong merupakan perjumpaan dua orang yang kehausan.
Yang seorang kehausan jasmani sedangan seorang lagi kehausasan Rohani. Wanita Samaria haus akan perhatian, kasih,
pengertian dan puncaknya adalah keselamatan. Tuhan Yesus haus untuk
menyelamatkan orang Samaria. Lewat perbincangan/dialog panjang pada akhirnya wanita
Samaria menemukan air hidup yakni Mesis,
pemuas dahaga Rohaninya. Ia pun meninggalkan kendi di pinggir sumur dan kembali
ke kampong untuk mewartakan kabar Sang Mesis yang telah Ia jumpai di Sumur
Yakub. Berkat kesaksian, wanita Samaria maka orang-orang Sikhar percaya dan datang
kepada Yesus.
Kisah wanita Samaria hendaknya mendorong kita untuk
menyadari betapa hausnya yang kita rasakan saat ini. Kitapun sedang kehausan,
haus secara jasmani, psikologis dan haus secara Rohani. Kita membutuhkan kata-kata peneguhan dan
sentuhan kasih-Nya. Dialah jawaban atas
kehausan kita karena Dialah Sumber Air Hidup.
Kita hidup dalam damai denga Allah oleh karena Tuhan
Yesus Kristus. Oleh Dia, kita juga
beroleh jalan masuk kedalam kasih Karunia Allah. Di dalam kasih Karunia ini,
kita berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan pengharapan tidak mengecewakan karena
kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah
dikaruniakan kepada Allah kita. Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah
mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang di tentukan oleh Allah. Sebab tidak semudah seorang mau mati untuk orang yang benar, tetapi mungkin untuk
orang yang baik dan orang yang berani mati.
Tetapi Allah menunjukan kasih-Nya kepada kita oleh karena Kristus telah
mati untuk kita ketika kita masih berdosa ( Rm 5 : 1-2.5-8 )
Ia harus
melintasi daerah Samaria. Maka sampailah
Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan
Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di
situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia
duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka
datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya:
"Berilah Aku minum." Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota
membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya:
"Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang
Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
Jawab Yesus
kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia
yang berkata kepadamu: erilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta
kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." Kata
perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini
amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah
Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada
kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan
ternaknya?" Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum
air ini, ia akan haus lagi, tetapi
barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk
selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata
air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang
kekal." Kata perempuan itu
kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan
tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah,
panggillah suamimu dan datang ke sini."
Kata perempuan itu: "Aku
tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa
engkau tidak mempunyai suami, sebab
engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah
suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan,
nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung
ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
Kata Yesus
kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa
kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu
menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab
keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba
sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan
kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah
itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
kebenaran." Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku
tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang,
Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." Kata
Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan
engkau." Pada waktu itu datanglah
murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang
perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: "Apa yang Engkau
kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" Maka
perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata
kepada orang-orang yang di situ: "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang
mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus
itu?" Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia,
katanya: "Rabi, makanlah." Akan
tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu
kenal."
Maka
murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah
membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia
yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi
tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan
pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang
juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang
kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang
seorang menabur dan yang lain menuai. Aku
mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha
dan kamu datang memetik hasil usaha mereka." Dan banyak orang Samaria dari
kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang
bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah
kuperbuat." Ketika orang-orang
Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal
pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.( Yoh 4 5-40 )
JK
Lejab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar