Selasa, 10 Maret 2020

SETIAP ORANG YANG MEMINTA AKAN MENERIMA




Dalam khotbah di  bukit Yesus berkata,  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.  Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,  atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  (Mat 7 :7-12 

https://penyuluhan-bimbingan-agama1.blogspot.com
Masyarakat tradisional di desa kelahiranku menganggap tidak sopan orang menutup pintu rumahnya, tamu seseorang adalah tamu seluruh desa. Pintu depan rumah dibuka, agar apabila ada tentangga itu memerlukan bantuan, si tuan rumah siap membantu. Yesus mengatakan, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Adakah TuhanYesus mau mengatakan bahwa Tuhan menutup pintu hatiNya dan hanya bersedia membuka kalau orang dating kepadaNya? Melihat kehadiran Tuhan yang penuh cinta, saya yakin bahwa pintu hati Tuhan tidak akan menutup. Pintu hati senantiasa terbuka.  Yang menjadi soal ialah adakah manusia mau melihat hati yang terbuka itu dan menimbah rahmat dari sumber yang tak kunjung kering itu?

Perumpamaan tentang pintu yang terbuka ini mengingatkan kita akan dua hal. Pertama, Tuhan senantiasa memberi kesempatan kepada kita untuk dating memohon rahmat kasihNya. Permohonan dari hati yang tulus mendapat tempat dihadapan Tuhan. Kedua, Tuhan mengundang kita untuk menjadi pintu yang senantiasa terbuka bagi orang lain, agar orang-orang ini juga mempunyai kesempatan untuk mengalami kasih Tuhan. Kasih Tuhan disalurkan kepada orang lain antara lain lewat kita. Karena itu, kalau kita menutup pintu hati kita, maka orang pun kehilangan satu kesempatan untuk mengetuk pintu hati Tuhan yang penuh Kasih. Untuk itu potensi apa yang anda miliki untuk menjadi pintu hati Tuhan lakukan sesuai apa yang di kehendaki Tuhan itu sendiri. 


https://penyuluhan-bimbingan-agama1.blogspot.com/2020/02/bapamu-yang-melihat-yang-tersembunyi.html

Dengan demikian pintu hati akan terus terbuka bagi kelangsungan hidup kini dan kelak nanti. Atau Sejauh mana kita menggunakan potensi itu untuk pelayanan cinta? Kadang dan sering apa yang kita lakukan jauh dari harapan Tuhan sendiri. Namun dengan perumpamaan tentang pintu hati memberi dorongan dalam diri kita untuk terus menggunakan potensi kita dalam pelayanan pada sesame kita dengan penuh cinta. Itulah harapan yang Tuhan inginkan dari kita umat beriman akan Kristus. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.  

Jk Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar