Minggu, 10 Mei 2020

BUKAN MANUSIA PHP


Yoh 14:21-26
Kasih itu menuntut bukti. Tidak sekedar kata-kata kosong. Orang yang hanya mengucapkan kata-kata kasih tanpa memberi bukti nyata disebut dengan istilah PHP alias pemberi harapan palsu. Seorang pria yang mengasihi seorang perempuan tentu harus membuktikan rasa  kasihnya itu. Bukti kasih bisa diberikan dengan aneka cara. Misalnya dengan memberikan bunga, menghadiahkan barang tertentu, menepati janji untuk melakukan sesuatu dan sebagainya. Seorang anak memberikan bukti kasih kepada orang tuanya dengan selalu patuh atau taat pada perintah orang tua. Dan sebaliknya, orang tua memberikan bukti kasihnya kepada sang anak dengan menjamin kesejahteraan lahir dan batinnya. Orang tua memberikan perhatian dengan pujian apabila anak melakukan sesuatu yang baik. Atau teguran apabila sang anak melakukan kesalahan. Bukti kasih menjadi dasar pijakan bagi orang-orang yang mengecapi cita rasa kasih untuk saling menjaga, memelihara, dan melindungi satu sama lain. Bukti kasih memberi garansi agar orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak main-main dengan menyalagunakan rasa kasih itu demi kepentingan atau kepuasan pribadi semata.

Hari ini Yesus menuntut sebuah konsekuensi dari rasa kasih. Apabila para murid mengasihi Dia, maka mereka harus memegang segala perintah-Nya dan melakukannya. Bukti dari kasih yang ditunjukkan oleh para murid menjadi dasar keyakinan bagi Yesus untuk sungguh-sungguh mempercayai mereka. Kalau mereka tidak memegang segala ajaran dan tidak melakukannya, tentu Yesus tidak akan mempercayai dan menaruh kasih-Nya kepada mereka. Apabila mereka tidak memegang segala ajaran apalagi tidak melakukanya, mereka sama saja dengan kelompok PHP (Pemberi Harapan Palsu). Mereka hanya mengasihi Yesus di bibir, tetapi lain dalam aksi nyata. Kasih itu menjadi mekar apabila dihidupi dalam tindakan konkrit. Sudah menjadi jelas bahwa kasih yang ditunjukkan oleh para murid pasti mendapat balasan yang setimpal dari Yesus. Yesus dan Bapa-Nya pasti akan mengasihi juga para murid. Karena apa yang dilakukan oleh para murid tidak saja sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yesus, tetapi juga sesuai dengan amanat Sang Bapa dalam Diri Putra-Nya.
           
Allah melalui Yesus Putra-Nya juga memberikan jaminan bagi para murid yang telah berlaku setia kepada-Nya. Yesus tidak akan membiarkan para murid-Nya berjalan sendiri. Karena “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu (Yoh. 14: 8a).” Walaupun Yesus telah pergi dari dunia, Ia tidak akan meninggalkan para murid-Nya sendiri. Sebagai bukti kasih-Nya yang paling agung, Ia akan mengutus seorang Penghibur, yaitu Roh Kudus, untuk menemani dan mendampingi para murid. Roh Kudus sebagai bukti kasih Yesus akan selalu membimbing, mengarahkan dan menuntun para murid agar mereka tidak gagap dalam melanjutkan misi keselamatan Allah di tengah dunia. Roh Kudus menjadi garansi kasih Allah dalam diri Yesus. Oleh karena itu, para murid juga harus memberikan bukti kesetiaan dan kasih mereka kepada Allah dengan memegang erat segala ajaran-Nya. Dan kemudian sungguh-sungguh mewujudnyatakannya dalam karya pelayanan mereka.
           
Tidak hanya kepada para murid saja Yesus menuntut bukti kasih itu. “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu (Ibr 3:7-8a).” Yesus juga berbicara kepada kita semua agar kita mau membuka diri dan mendengar apa yang Ia sampaikan. Kita mau belajar untuk melembutkan hati dan membuka telinga rohani kita untuk mendengar suara-Nya. Ia menuntut kita untuk membuktikan rasa kasih kita kepada-Nya. Apabila kita mengasihi Yesus, apa buktinya. Apa konsekuensinya. Dengan kerendahan hati dan keterbukaan diri, kita mau mewujudkan kasih kita kepada Yesus dengan berlaku setia. Setia kepada ajaran yang telah Ia sampaikan. Dan harus mengimplementasikan dalam hidup kita sehari-hari. Kita tidak perlu takut berjalan sendiri. Ada roh penghibur yang senantiasa mendampingi kita. Roh Kudus akan menggerakkan dan menguatkan agar kita tidak takut dalam berbicara dan membawa wajah kasih Allah di tengah dunia.
           
Melalui permenungan sabda hari ini, kita semua dikuatkan sebagai anggota gereja atau bait Allah yang hidup di tengah umat (masyarakat) yang kita layani. Kita harus sungguh-sungguh menunjukkan bukti kasih kepada Allah dan Yesus melalui kesediaan dan kerelaan untuk menjalankan segala perintah dan ajaran-Nya dalam hidup harian kita. Roh Kudus sebagai penghibur dan pendamping setia, tidak kita lihat secara kasat mata. Namun kita yakin roh itu yang selalu membisikan, menggerakkan, dan menuntun langkah kaki agar kita tidak tersesat dalam kegelapan dosa. Melainkan selalu menemukan terang yang menyelamatkan hidup kita. Mari kita buktikan diri kita bukan sebagai manusia PHP (Pemberi Harapan Palsu) kepada Tuhan. Namun, sebagai orang-orang yang selaras dalam kata-kata dan perbuatan nyata. Amin. Tuhan memberkati. ***Atanasius KD Labaona***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar