Selasa, 01 September 2020

Kekaguman; Jalan Menuju Iman

                                                     Luk 4:31-37

 

Kekaguman adalah suatu pengalaman dasar yang menggerakkan orang untuk mencari tahu lebih dalam akan sesuatu yang mengagumkan itu. Ia memicu gerakkan rohani seseorang untuk bertanya tentang apa sesungguhnya yang terjadi; ia membawa orang kepada hal yang lebih hakiki dan tidak ada hal yang lebih istimewa daripada mencintai yang hakiki itu.


Orang-orang Kapernaum kagum, takjub akan kemampuan Yesus dalam berkata-kata. Pengajaran-Nya sangat memikat hati. Terhadap roh jahat pun, kata-kata Yesus itu penuh wibawa dan kuasa sehingga roh jahat itu pun turut kepada-Nya. Luar biasa menakjubkan sehingga mulut mereka sendiri mengakui: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar”.


Namun kekaguman orang-orang Kapernaum itu hanya bersifat temporal karena mereka berhenti pada pengalaman sebagai suatu fenomena yang mereka hadapi. Mereka tidak menjadikan pengalaman kekaguman itu suatu dasar bagi mereka untuk bertanya mengapa Yesus bisa melakukan semuanya seperti yang mereka saksikan. Kekaguman mereka tidak membawa mereka untuk menelisik lebih dalam siapa itu Yesus. Maka Yesus tetap asing bagi mereka. Mereka tidak menerima Dia sebagai Pribadi yang layak diterima dan dicintai sebagai Pribadi yang senantiasa mengagumkan dalam hidup mereka.


Sesungguhnya, maksud dari pengajaran dan perbuatan yang mengagumkan itu bukan supaya orang tinggal dalam kekaguman belaka, melainkan suatu pengalaman yang membawa mereka kepada iman dan pengakuan akan Yesus sebagai Tuhan. Akan tetapi orang-orang Kapernaum, seperti juga kebanyakan orang lainnya, tidak sampai kepada kebenaran yang hakiki ini, yakni Dia yang sesungguhnya memiliki kuasa yang mendatangkan berbagai hal yang mengagumkan di dalam hidup ini.


Dalam kehidupan di dunia ini, terdapat banyak hal yang ditempatkan Tuhan sebagai suatu yang mengagumkan. Masing-masing orang memiliki pengalaman yang menakjubkan dalam hidupnya, entah berkaitan dengan alam ciptaan-Nya, maupun pengalaman-pengalaman yang sangat pribadi dalam hidupnya. Pengalaman-pengalaman itu hanya bermakna apabila ia menarik dan membawa setiap orang yang mengalaminya masuk ke dalam hal yang lebih mendasar, yaitu iman akan Dia yang penuh kuasa dan wibawa; Dia yang membuat semuanya indah dan dikagumi.


Refleksi atas pengalaman-pengalaman hidup membuat setiap orang menemukan Dia yang menakjubkan itu di balik semua pengalaman yang mengagumkan. Refleksi itu jalan jiwa bagi setiap orang untuk masuk lebih dalam ke kedalaman pengalaman, dan pada titik terdalam setiap jiwa mampu menemukan apa yang hakiki dari pengalaman-pengalaman manusiawi yang dialami dari waktu ke waktu. Melalui refleksi, pengalaman-pengalaman itu membawa setiap pribadi kepada iman akan Tuhan. Orang terpanggil untuk menerima dan mencintai Dia sebagai Pribadi yang mengagumkan, dan pasti tetap mengagumkan.


Maka ajakan penting bagi kita adalah bahwa kita jangan membiarkan pengalaman-pengalaman yang mengagumkan dalam hidup kita terlewatkan begitu saja. Jangan berhenti pada pengalaman itu semata. Itu baru separuh perjalanan. Ujung jalan perjalanan belum dicapai. Hanya apabila kita bertemu dengan Dia yang membuat segala sesuatu itu menakjubkan kita mencapai garis akhir dari perjalanan kita.


Untuk itu, maka dalam setiap waktu kita mesti mengambil kesempatan terbaik untuk merefleksikan pengalaman kita, agar pengalaman itu menjadi bermakna bagi iman kita. Kita senantiasa menerima dan mencintai Dia sebagai Tuhan di dalam hidup kita. Dan Dia pasti membuat hidup kita penuh dengan hal-hal yang menakjubkan.*** Apol Wuwur***

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar