Dan 7:9-10.13-14 & Yoh 1:47-51
Natanael adalah seorang yang sangat tekun dan
setia dalam mencari kebijaksanaan hidup. Sebelum dipanggil Filipus untuk
bertemu Tuhan, Natanael duduk di bawa pohon Ara. Para ahli menafsirkan, bahwa
duduk di bawah pohon Ara adalah tindakan simbolik untuk mencari kebijaksanaan
yang membawa pencerahan rohani. Ia mempelajari Sabda Allah dan mencari
kebenaran-Nya.
Ketika dibawa oleh Filipus untuk bertemu
dengan Yesus dan dalam dialog dengan Yesus ia mengetahui bahwa Yesus sungguh
mengenalnya, maka terbukalah mata imannya. Ia melihat bahwa Yesus yang sedang
berbicara dengannya adalah Kebijaksaan Hidup yang selama ini dicarinya. Ia
adalah janji Allah yang telah diramalkan para nabi; Ia adalah Raja Israel yang
sejati. Maka dari mulutnya keluarlah pengakuan iman: "Rabi, Engkau Anak
Allah, Engkau Raja orang Israel!"
Atas pengakuan iman yang terang itu, maka
kepada Natanael Yesus memberikan suatu anugerah istimewa: “Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat
Allah turun naik kepada Anak Manusia” (Yoh 1:51). Sebelumnya Yesus berjanji
kepadanya: “Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu”.
Bukan hanya suatu penglihatan rohani,
melainkan kepada Natanael Yesus menegaskan kebenaran tentang keberadaan dan
peran para malaikat Allah yang melayani kepentingan Allah – suatu kebenaran
yang sebenarnya sudah hidup dan berkembang dalam keyakinan orang-orang Yahudi. Yesus
tidak menyebut identitas masing-masing malaikat. Ia hanya menyebut
“malaikat-malaikat Allah”. Artinya ada banyak malaikat Allah yang melayani
kepentingan-Nya.
Menurut tradisi
Yahudi ada tujuh Malaikat Agung, yaitu Uriel, Rafael, Raguel, Mikael, Sariel,
Gabriel dan Remiel. Masing-masing malaikat memiliki peran yang spesifik dalam
melayani Allah. Yang dikenal dan sering dirayakan dalam gereja Katolik adalah
adalah ketiga malaikat agung: Mikael, Gabriel, Rafael. Namun demikian
penghormatan kepada ketiganya tidak mengabaikan penghormatan kepada semua
malaikat Allah yang diyakini tidak hanya melayani kepentingan Allah, tetapi
juga kepentingan manusia.
Malaikat Gabriel
ditentukan Allah untuk membela dan melindungi manusia dari kekuatan setan dan
kuasa jahat. Titik tolaknya adalah kitab Daniel yang menggambarkan Mikhael
sebagai seorang yang membantu Israel melawan musuhnya. Sedangkan kitab Wahyu
menggambarkannya sebagai kepala pasukan malaikat Allah yang mengalahkan
kekuatan Iblis di bawah pimpinan Lucifer.
Malaikat Gabriel
ditentukan Allah untuk melayani Allah sebagai juru bicara-Nya. Ia memberikan
kabar gembira kepada Maria tentang keterpilihannya untuk mengandung dan
melahirkan Yesus, Anak Allah, Raja Israel. Dalam kitab Daniel, malaikat yang
satu ini memberi kabar tentang tugas malaikat Mikhael bagi Daniel dan Israel
dan berita tentang kehadiran Mesias di masa depan – mungkin juga yang telah dikontemplasikan
oleh Natanael sebagai seorang pencari kebenaran.
Sedangkan malaikat
Rafael diberi tugas sebagai malaikat kesembuhan dari Allah. Peran malaikat ini
dihubungkan dengan apa yang ditulis oleh Yohanes: “Sebab sewaktu-waktu turun
malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang
terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun
juga penyakitnya” (Yoh 5:4).
Berkenaan dengan
paparan ini, yang hendak kita petik untuk hidup kita adalah: Pertama, Yesus mengundang kita untuk
duduk di bawah pohon Ara. Maksudnya adalah mengkontemplasikan Sabda Allah
sebagai suatu aktivitas yang dilakukan dengan penuh kecintaan dan kesetiaan (bdk.
Mzr 1:2). Kontemplasi membuka pintu berkat Allah dan damai-Nya bagi kita
sebagaimana yang disimbolkan dengan pohon Ara. Kesejatian kita sebagai murid
Tuhan ditentukan oleh kecintaan dan kesetiaan kita pada mendengarkan dan
melaksanakan Sabda Allah. Dan inilah subangan Natanael untuk kita.
Kedua, menghormati
kedudukan para malaikat agung (Mihkael, Gabriel dan Rafael) pada pesta ketiga
malaikat ini merangkum dua sisi yang penting dan tak terpisahkan. Pada aspek
ritual, rasa hormat mesti membentuk sikap batin kita. Sikap ini kemudian
dinyatakan secara hidup dan dinamis dalam tata lahiriah kita. Kita
mengidentifikasikan diri kita dengan peran masing-masing malaikat itu lalu menunjukkan
keunggulan mereka dalam sikap, tutur kata dan perilaku hidup.
Kontemplasi Sabda
Allah dan penghormatan kepada para malaikat menjiwai kita untuk bisa hadir
sebagai seorang Mikael yang membela dan melindungi, bukan mengacaukan dan
memecah-belah; seorang Gabriel yang membawa kabar sukacita, bukan kabar buruk
yang meresahkan; dan Rafael yang memberikan kesejukan hati, ketenangan batin
dan menyembuhkan, bukan meyakiti dan melukai.
Kita semua diajak
untuk bekerja sama dengan para malaikat Allah untuk memajukan Kerajaan Allah
dalam hidup kita di tengah dunia ini, sambil kita menantikan anugerah hidup
rohani yang sempurna: memandang Allah seperti yang dianugerakan kepada
Natanael. ***Apol***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar