Sabtu, 18 April 2020

BERBAHAGIALAH YANG TIDAK MELIHAT NAMUN PERCAYA


( Yoh 20 19: 31 )
Berkenan dengan proses Kanonisasi Santa Faustina Kowalska, oleh Paus Yohanes Paulus II, tepatnya tanggal, 30 April 2000. Pada saat itu  diumumkan bahwa Hari Minggu Paskah ke II dalam oktaf Paskah setelah hari ke 7 Paskah dirayakan Hari Raya Dalam Gereja Katolik.  Hari Minggu ini Umat Katolik seluruh dunia merayakan Hari Raya Kerahiman Ilahi dan Gereja Katolik diminta untuk menyelenggarakannya. Pengumuman Paus Yohanes Paulus II kemudian ditindaklanjuti oleh Kongresgasi untuk diminta beribadah dan Sakramen. Melalui Dekrit Misericos et Miserator yang diterbitkan pada tanggal 5 Mei 2000. Santa Faustina Kowalska adalah seorang biarawati yang mendapat penampakan-penampakan Yesus dan menggalakkan devosi kepada Kerahiman Ilahi.

Hari Minggu Paskah ke II disebut Hari Minggu Kerahiman Ilahi, untuk mengenang rahmat-rahmat Bapa yang penuh Kerahiman. Di Indonesia Gereja Katolik melaui KWI mencantumkan hal ini sejak tahun 2001 dalam buku Penanggalan Liturgi. Gerakan kerahiman Ilahi yang didasarkan pada pewahyuhan pribadi Tuhan kepada Santa Fautina Kowalska.  Jadi Perayaan Hari Kerahiman Ilahi dirayakan bukan manasuka namun resmi untuk Gereja Katolik seluruh dunia. Pesta Kerahiman Ilahi juga bukan peringatan untuk Santa Faustina Kowalska, sebab pada Minggu Paskah II itu tidak disebutkan sama sekali nama Santa Faustina Kowalska. Meski devosi Kerahiman Ilahi didasarkan pada wahyu pribadi yang diterima Santa Faustina, tetapi perayaan tersebut tidak harus merujuk pada devosi Kerahiman Ilahi yang digalakkan Santa Faustina.

Keselamatan ini yang perlu diwartakan melalui kata dan tindakan, cara hidup jemaaad perdana adalah contoh. Hidup bersama dalam kasih dan saling mendukung berarti mewujudkan cinta Tuhan yang Maharahim. Namun semua orang tidak menyadari kewajiban tersebut.  Iman yang lemah dapat menghambat. Contohnya adalah Tomas yang kurang percaya, namun Tuhan tetap menunjukan KerahimanNya dengan memberikan kesempatan kepada Tomas. Mengapa Tomas tidak percaya bahwa Kristus telah bangkit ?   Reaksi Tomas atas berita kebangkitan Yesus adalah cermin pola hidup banyak orang yang percaya kepada Kristus sebatas sebagai formalitas.  Untung masih ada kesempatan ke dua bagi Tomas. Penampakan Yesus yang berikutnya memurnikan Iman Tomas. 

Pemurniaan itu membuat Tomas berubah menjadi manusia baru yang siap untuk menerima tugas perutusan. Tomas diperbaharui dan menjadi Rasul yang tangguh, mewartakan cintah kepada Tuhan dan sesama sebagai kebijakan yang penting.  Pada tahun 2016 Paus Fransiskus menganjurkan untuk menghidupi Tahun Kerahiman Tuhan yakni membimbing orang yang bingun atau ragu.  Ajakan itu tidak hanya berlaku selama Tahun Kerahiman yang telah lewat tetapi kapan saja mengingat semakin banyak orang beriman yang mengalami keraguan dan krisis iman seperti Tomas. Ada banyak orang mulai ragu terhadap kebenaran iman dan Kuasa Tuhan sendiri mengalami penderitaan dan kekecewaan. Ha ini diperparah dengan berbagai berita yang tidak pasti di media social tentang kebenaran iman.  Tuhan mengutus kita untuk menghadirkan kepastian di tengah ketidak pastian.
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"   Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"  Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" ( Mzm 118 2-4 )

Apabila sebetulnya bahaya yang dihadapi Tomas yakni Tomas dapat tumbuh dalam keyakinan bahwa kebangkitan Yesus itu tidak benar.  Andaikan itu terjadi, yang terjadi ialah proses pembekuan iman.  Benih iman itu tidak berkembang sehingga tidak menghasilkan buah. Iman yang bertumbuh dalam ketidak percayaan itu laksana makanan yang dibekukan dalam lemari pendidngin.   Makanan itu tidak rusak tetapi juga tidak berguna karena tidak diproses menjadi elemen penting penunjang kehidupan manusia.    Bahaya iman yang beku senantiasa mengancam setiap orang Kristiani.  Iman yang dituntut Yesus adalah Iman yang hidup dan berguna. Iman yang tidak diamalkan justru akan menghancurkan.  Maka iman itu akan tubuh selalu berbelas kasih kepada orang, beri kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memperbaharui diri, serta berbuat baik kepada sesama agar hidup kaum beriman dipenuhi kasih dan kebaikan.

( Yoh 20 :19 – 31 ) Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"  Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.  Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."  Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.  Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."  Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.

Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."  Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"   Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."  Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,  tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Jk Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar