( Yoh 20 19: 31 )
Berkenan dengan proses Kanonisasi Santa Faustina
Kowalska, oleh Paus Yohanes Paulus II, tepatnya tanggal, 30 April 2000. Pada
saat itu diumumkan bahwa Hari Minggu
Paskah ke II dalam oktaf Paskah setelah hari ke 7 Paskah dirayakan Hari Raya Dalam
Gereja Katolik. Hari Minggu ini Umat
Katolik seluruh dunia merayakan Hari Raya Kerahiman Ilahi dan Gereja Katolik diminta
untuk menyelenggarakannya. Pengumuman Paus Yohanes Paulus II kemudian
ditindaklanjuti oleh Kongresgasi untuk diminta beribadah dan Sakramen. Melalui Dekrit Misericos et Miserator yang diterbitkan pada tanggal 5 Mei 2000. Santa Faustina Kowalska adalah seorang biarawati yang
mendapat penampakan-penampakan Yesus dan menggalakkan devosi kepada Kerahiman
Ilahi.
Hari Minggu Paskah ke II disebut Hari Minggu Kerahiman
Ilahi, untuk mengenang rahmat-rahmat Bapa yang penuh Kerahiman. Di Indonesia
Gereja Katolik melaui KWI mencantumkan hal ini sejak tahun 2001 dalam buku
Penanggalan Liturgi. Gerakan kerahiman
Ilahi yang didasarkan pada pewahyuhan pribadi Tuhan kepada Santa Fautina
Kowalska. Jadi Perayaan Hari Kerahiman Ilahi dirayakan bukan manasuka namun resmi
untuk Gereja Katolik seluruh dunia. Pesta
Kerahiman Ilahi juga bukan peringatan untuk Santa Faustina Kowalska, sebab pada
Minggu Paskah II itu tidak disebutkan sama sekali nama Santa Faustina Kowalska.
Meski devosi Kerahiman Ilahi didasarkan pada wahyu pribadi yang diterima Santa
Faustina, tetapi perayaan tersebut tidak harus merujuk pada devosi Kerahiman
Ilahi yang digalakkan Santa Faustina.
Keselamatan ini yang perlu diwartakan melalui kata dan
tindakan, cara hidup jemaaad perdana adalah contoh. Hidup bersama dalam kasih
dan saling mendukung berarti mewujudkan cinta Tuhan yang Maharahim. Namun semua
orang tidak menyadari kewajiban tersebut.
Iman yang lemah dapat menghambat. Contohnya adalah Tomas yang kurang
percaya, namun Tuhan tetap menunjukan KerahimanNya dengan memberikan kesempatan
kepada Tomas. Mengapa Tomas tidak percaya bahwa Kristus telah bangkit ? Reaksi Tomas atas berita kebangkitan Yesus
adalah cermin pola hidup banyak orang yang percaya kepada Kristus sebatas
sebagai formalitas. Untung masih ada
kesempatan ke dua bagi Tomas. Penampakan Yesus yang berikutnya memurnikan Iman Tomas.
Pemurniaan itu membuat Tomas berubah
menjadi manusia baru yang siap untuk menerima tugas perutusan. Tomas
diperbaharui dan menjadi Rasul yang tangguh, mewartakan cintah kepada Tuhan dan
sesama sebagai kebijakan yang penting. Pada
tahun 2016 Paus Fransiskus menganjurkan untuk menghidupi Tahun Kerahiman Tuhan
yakni membimbing orang yang bingun atau ragu.
Ajakan itu tidak hanya berlaku selama Tahun Kerahiman yang telah lewat
tetapi kapan saja mengingat semakin banyak orang beriman yang mengalami
keraguan dan krisis iman seperti Tomas. Ada banyak orang mulai ragu terhadap kebenaran
iman dan Kuasa Tuhan sendiri mengalami penderitaan dan kekecewaan. Ha ini
diperparah dengan berbagai berita yang tidak pasti di media social tentang
kebenaran iman. Tuhan mengutus kita
untuk menghadirkan kepastian di tengah ketidak pastian.
Biarlah
Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" Biarlah kaum Harun berkata: "Bahwasanya
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk
selama-lamanya kasih setia-Nya!" ( Mzm 118 2-4
)
Apabila sebetulnya bahaya yang dihadapi Tomas yakni
Tomas dapat tumbuh dalam keyakinan bahwa kebangkitan Yesus itu tidak benar. Andaikan itu terjadi, yang terjadi ialah
proses pembekuan iman. Benih iman itu
tidak berkembang sehingga tidak menghasilkan buah. Iman yang bertumbuh dalam
ketidak percayaan itu laksana makanan yang dibekukan dalam lemari pendidngin. Makanan itu tidak rusak tetapi juga tidak
berguna karena tidak diproses menjadi elemen penting penunjang kehidupan
manusia. Bahaya iman yang beku senantiasa mengancam
setiap orang Kristiani. Iman yang
dituntut Yesus adalah Iman yang hidup dan berguna. Iman yang tidak diamalkan
justru akan menghancurkan. Maka iman itu
akan tubuh selalu berbelas kasih kepada orang, beri kesempatan kepada mereka
untuk bertobat dan memperbaharui diri, serta berbuat baik kepada sesama agar
hidup kaum beriman dipenuhi kasih dan kebaikan.
( Yoh 20 :19
– 31 ) Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah
murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena
mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan
berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi
kamu!" Dan sesudah berkata
demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid
itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama
seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi
mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
Jikalau
kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa
orang tetap ada, dosanya tetap ada."
Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus,
tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu
kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada
mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku
mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam
lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." Delapan hari kemudian murid-murid Yesus
berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.
Sementara
pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan
berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan
lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan
jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan
Allahku!" Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau
telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak
melihat, namun percaya." Memang
masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang
tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi
semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah
Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam
nama-Nya.
Jk Lejab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar