Mrk 11:
1-10
Mungkinkah menemukan
suatu upacara pelantikan seorang raja sedemikian sederhana seperti yang dialami
Yesus. Seekor keledai menjadi dalam perarakan memasuki Yerusalem. Namun
keagungan Mesias justru terletak dalam
kesederhanaan sikap. Maka keledai pinjaman itu pun menjadi symbol keagungan
dalam semangat pelayanan. Yesus konsisten dengan ucapannya. “ Yang terkecil
diantara kami sekalian, dialah yang terbesar”, demikian kata Yesus ( Luk 9:48
). Bagi Yesus kebesaran tidak terletak pada kemegahan lahiria tetapi pada
kesungguhan untuk memperhatikan dan melayani.
Merayakan minggu Palem
adalah merayakan komitmen raja yang rendah hati dan rela melayani. Dimensi
kerendahan hati dan kesediaan melayani menjadikan Yesus sosok raja yang paling
unik dan mengagumkan.
Semangat rendah hati itu
dapat muncul dalam dua bentuk. Pertama, meneladani Yesus yang tidak
mengagungkan diriNya. Kedua, siap “menjadi keledai” tunggangan Yesus karena
Tuhan memerlukan dirimu. Perpaduan antara kedua sikap ini menjadi sosok ideal
seorang pewarta keselamatan kepada Allah.
Sisimana dalam dirimu
yang perlu diperbaharui untuk meningkatkan semangat kerendahan hati ? Disaat
ini kita tidak mendengar lagu-lagu perarakan masuk di dalam gereja-gereja.
Tidak terlihat daun-daun palem di tangan umat dan anak-anak yang begitu
bergembiraria mengeluk dan melambaik daun di tangan menghatar Tuhan yang masuk
kota Yerusalem. Semua ini terhenti akibat virus corona ( civid 19) yang melanda dunia
sehingga umat terpaksa hanya berada dirumah. Niat untuk memperbaharuia diri dalam perayaan
ini akan nampak pada setiap umat untuk menerima Tuhan di dalam rumah
masing-masing. Bergembiralah bersama untuk
menyambut sang raja yang akan mengunjungimu dan masuk tinggal dalam hati setiap
umat yang merindukanNya.
Ketika memasuki Yerusalem, Yesus disambut dengan antusias dan
meriah oleh banyak orang. Mereka berseru-seru: “Hosana bagi Anak Daut, diberkatilah Dia yang datang
dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi”. Kemudian pada akhirnya kita melihat perubahan situasi
yang sangat drastis. Seruan kekaguman
berubah menjadi hujatan kebencian. Ketika diadili oleh Pilatus, orang banyak
menuntut agar Yesus di salibkan.
( Mrk 11:10 ) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini." Mereka pun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.
( Mrk 11:10 ) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini." Mereka pun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.
Dan
beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: "Apa maksudnya kamu
melepaskan keledai itu?" Lalu
mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu
membiarkan mereka. Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus,
dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di
jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari
ladang. Orang-orang yang berjalan di
depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana!
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang
datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"
JK
Lejab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar