Minggu, 05 April 2020

HOSANA PUTRA DAUT TERPUJILAH YANG DATANG DALAM NAMA TUHAN


Mrk  11: 1-10
Mungkinkah menemukan suatu upacara pelantikan seorang raja sedemikian sederhana seperti yang dialami Yesus. Seekor keledai menjadi dalam perarakan memasuki Yerusalem. Namun keagungan Mesias  justru terletak dalam kesederhanaan sikap. Maka keledai pinjaman itu pun menjadi symbol keagungan dalam semangat pelayanan. Yesus konsisten dengan ucapannya. “ Yang terkecil diantara kami sekalian, dialah yang terbesar”, demikian kata Yesus ( Luk 9:48 ). Bagi Yesus kebesaran tidak terletak pada kemegahan lahiria tetapi pada kesungguhan untuk memperhatikan dan melayani.

Merayakan minggu Palem adalah merayakan komitmen raja yang rendah hati dan rela melayani. Dimensi kerendahan hati dan kesediaan melayani menjadikan Yesus sosok raja yang paling unik dan mengagumkan.
Semangat rendah hati itu dapat muncul dalam dua bentuk. Pertama, meneladani Yesus yang tidak mengagungkan diriNya. Kedua, siap “menjadi keledai” tunggangan Yesus karena Tuhan memerlukan dirimu. Perpaduan antara kedua sikap ini menjadi sosok ideal seorang pewarta keselamatan kepada Allah.
Sisimana dalam dirimu yang perlu diperbaharui untuk meningkatkan semangat kerendahan hati ? Disaat ini kita tidak mendengar lagu-lagu perarakan masuk di dalam gereja-gereja. Tidak terlihat daun-daun palem di tangan umat dan anak-anak yang begitu bergembiraria mengeluk dan melambaik daun di tangan menghatar Tuhan yang masuk kota Yerusalem. Semua ini terhenti akibat  virus corona ( civid 19) yang melanda dunia sehingga umat terpaksa hanya berada dirumah.  Niat untuk memperbaharuia diri dalam perayaan ini akan nampak pada setiap umat untuk menerima Tuhan di dalam rumah masing-masing.  Bergembiralah bersama untuk menyambut sang raja yang akan mengunjungimu dan masuk tinggal dalam hati setiap umat yang merindukanNya.
Ketika memasuki  Yerusalem, Yesus disambut dengan antusias dan meriah oleh banyak orang. Mereka berseru-seru:  “Hosana bagi Anak Daut, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi”.  Kemudian pada akhirnya kita melihat perubahan situasi yang sangat drastis.  Seruan kekaguman berubah menjadi hujatan kebencian. Ketika diadili oleh Pilatus, orang banyak menuntut agar Yesus di salibkan.

( Mrk 11:10 )  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.  Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini."  Mereka pun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya.  

Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: "Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?"  Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka.   Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya.  Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.  Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"

JK Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar