Rabu, 01 April 2020

IMAN YANG MEMBAWA BERKAT


Dalam bacaan pertama pada hari ini Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham. Ada beberapa poin perjanjian yang dinyatakan Allah kepada Abraham. Pertama, Allah akan menjadikan Abraham sebagai bapa sejumlah besar bangsa. Kedua, Allah akan membuat keturunan Abraham sangat banyak. Ketiga, Allah akan memberikan seluruh tanah Kanaan menjadi milik Abraham dan semua keturunannya. Kemudian Allah meminta supaya Abraham dan seluruh keturunannya memegang perjanjian yang telah diucapkan Allah sendiri.

            Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang luar biasa kepada Abraham. Siapa sebenarnya Abraham? Abraham adalah leluhur bangsa Yahudi, diakui dalam iman kristiani sebagai Bapa Bangsa, Bapa para beriman dan tokoh teladan iman kepercayaan kepada Allah. Abraham adalah putera Terah dan lahir di Ur Kasdim. Menurut Kitab Kejadian 25:7, ia meninggal dunia pada umur 175 tahun dan dimakamkan oleh anaknya Ishak dan Ismael. Mulanya ia bernama Abram yang berarti Bapa yang Agung. Kemudian Allah mengubah namanya menjadi Abraham yang berarti Bapa banyak orang atau bapa sejumlah besar bangsa. Dalam surat Roma bab 4, Paulus menunjukkan bahwa Abraham adalah bapa semua orang beriman, “bukan hanya mereka yang bersunat, tetapi juga yang mengikuti jejak iman Abraham”, (Rom 4:12) (https://www.imankatolik.or.id).


            Allah telah menganurahkan kasih-Nya kepada Abraham karena Abraham juga telah menunjukkan kesetiaannya kepada Allah. Abraham memiliki iman yang kokoh kepada Allah. Ia tidak hanya mendengarkan perintah Allah tetapi menjalankannya dengan penuh keyakinan. Bagi Abraham, tidak ada yang mustahil untuk tidak percaya kepada Allah. Iman Abraham yang ditunjukkan dalam bentuk kesetiaannya kepada Allah mendapat apresiasi dari Allah. Allah akhirnya mengganjari iman Abraham dengan menurunkan berkat khusus. Berkat khusus itu dalam bentuk perjanjian yang telah disampaikan oleh Allah sendiri. Abraham akan dijadikan bapa segala bangsa. Abraham akan mempunyai keturunan yang banyak. Dan Abraham akan akan memiliki tanah terjanji yakni tanah Kanaan. Tetapi Allah juga mensyaratkan satu hal bahwa Abraham beserta keturunannya harus konsisten dengan tetap berlaku setia dan tidak mengingkari janji yang telah mereka ucapkan kepada Allah.

            Dalam bacaan Injil Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: “Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.” Tetapi orang-orang Yahudi menafsir secara berbeda perkataan Yesus bahwa Ia kerasukan setan. Orang-orang Yahudi bersikap underestimate (meremehkan) terhadap Yesus karena hati mereka telah tertutup melihat kehadiran Allah dalam diri Yesus. Dengan demikian, mereka tidak yakin dan tidak percaya dengan Yesus. Apa yang dikatakan oleh Yesus dianggap sebuah kebohongan besar. Bahkan Ia dikatakan kerasukan setan. Orang-orang Yahudi telah menyia-nyiakan kesempatan istimewa untuk mendapat berkat khusus dari Allah melalui Yesus.

            Acapkali kita seperti orang Yahudi yang kurang/tidak percaya kepada Allah. Kita lebih banyak mengandalkan diri kita dan mengesampingkan peran Allah dalam hidup kita. Padahal Allah melalui diri Yesus telah menunjukkan belas kasih-Nya kepada kita bahkan dengan wafat di kayu salib. Belajar dari pengalaman iman Abraham yang tetap teguh kepada Allah, kita juga harus menunjukkan sikap iman yang sama kepada Allah. Karena Allah sebenarnya tidak pernah menutup mata dengan segala kesetiaan yang kita tunjukkan kepada-Nya. Allah akan memberikan berkat seperti yang telah Ia berikan kepada Abraham. Kasih Allah itu tidak pernah terbatas dan tidak akan luntur sepanjang masa walaupun kita berlaku tidak setia kepada-Nya. Semoga dengan pengalaman badai covid 19 yang sementara kita alami ini, semakin menguatkan iman kita untuk tetap percaya dan setia kepada Allah. Hanya dengan iman demikian, kita dapat melihat bahwa Allah sementara menguatkan kita untuk menghadapi bencana ini. Dan yang pasti, Ia tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Ia akan menyelamatkan kita dari badai corona ini. Mari kita saling menguatkan dalam iman kepada Allah.

  
(Atanasius KD Labaona)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar