Rabu, 22 April 2020

KESAKSIAN YANG BAIK


Yoh 3:31-36 
Hari ini di hadapan murid-muridnya, Yohanes memberi kesaksian pribadinya tentang sosok Yesus. Yohanes adalah seorang nabi besar. Suaranya sangat didengar dan dihargai oleh orang-orang pada saat itu. Tidak heran ia mempunyai banyak murid. Adalah hal yang wajar apabila seorang guru membanggakan diri dan kelompoknya. Tetapi yang kita dengar dan baca pada hari ini sangat berada di luar kelaziman. Yohanes justru berbicara dan menyampaikan kesaksiannya tentang Yesus. Figur seorang yang mungkin sangat asing di telinga para muridnya. Tetapi Yohanes sadar, inilah saatnya yang tepat untuk memberi ruang dan kesempatan untuk Yesus. Yohanes menyadari bahwa Yesus adalah Mesias, Putera Allah yang hidup di tengah manusia. Ia yang telah diramalkan oleh para nabi dan tertulis rapi dalam Kitab Suci kini telah menampakkan diri-Nya. Yohanes rela menenggelamkan diri demi kebenaran ilahi yang sudah tampak di depan mata. Dan ia berusaha mengarahkan fokus para murid-Nya kepada sang Mesias. Lebih dari itu, Yohanes ingin para muridnya mulai belajar memahami dan mengimani Yesus.

Melihat rekam jejak perjalanan Yohanes yang memiliki nama besar dan dikagumi oleh banyak orang, sangat mudah bagi dirinya untuk memanfaatkan posisi yang ia miliki untuk meraup banyak keuntungan. Yohanes bisa saja memiliki keuntungan secara ekonomi, sosial dan politik. Tidak sulit bagi dirinya untuk “menjual” keunggulan kata-katanya demi mendapatkan pundi-pundi uang. Secara sosial, Yohanes akan terus membuat dirinya “bernyala” dan semakin diakui oleh publik. Ketenaran Yohanes pasti akan lebih jauh melampaui pribadi Yesus. Secara politik, langkah Yohanes untuk meraih kekuasaan dalam jabatan duniawi tentu mendapat dukungan penuh dari semua orang. Banyak orang yang bersimpati pada jiwa kepemimpinan dan integritas pribadinya.

Tetapi semua itu tidak berlaku untuk Yohanes. Ia menyadari diri-Nya hanya sebagai seorang utusan. Tugas seorang utusan hanya mempersiapkan jalan bagi orang lain yang lebih besar dari dirinya. Tidak lebih dari itu. Dan ketika Sang Fajar itu telah tiba, Yohanes merasa bahwa tugas utamanya akan segera berakhir. Ia akan membuat dirinya semakin kecil. Dan nama Yesus akan semakin besar dan berkibar. Di hadapan para muridnya sendiri, ia pun bersaksi tentang Yesus, Putera Allah yang hidup. Ia menginginkan supaya para muridnya mau mengimani Yesus dan bila perlu menjadi murid Yesus pada suatu saat nanti. Sungguh suatu sikap rendah hati dan jiwa besar yang ditunjukkan oleh Yohanes. Ia rela turun dari panggung dunia demi memberi tempat kepada Yesus.

Bagi kita, kesaksian Yohanes ini semakin menambah iman dan kepercayaan kita akan Yesus, Putera Allah yang hidup. Ia yang datang menebus dan menyelamatkan kita dari kematian kekal. Dan kemudian menghantar kita kepada kehidupan kekal. Yesus yang datang dari sorga adalah Anak Tunggal Bapa yang menjadi manusia demi keselamatan manusia. Ia akan kembali ke sorga dengan membawa orang-orang yang percaya kepada-Nya. Janji keselamatan diberikan oleh Dia yang berasal dari Dia dan adalah sumber keselamatan itu sendiri.

Sebagai seorang manusia, acapkali kita sangat susah dan sulit untuk memberi kesaksian yang baik tentang orang lain. Kita lebih senang melihat orang lain susah dan kita juga susah melihat orang lain senang. Kita akan mudah menghakimi, mencela, menghina dan mencari kesalahan orang lain. Dan lebih mudah bagi kita untuk membanggakan pribadi dan keluarga kita. Sangat jarang kita menceritakan hal kurang baik atau tidak enak yang kita alami. Kita lebih senang menceritakan aib orang lain. Kita lebih suka gosip, rumor, berita yang tidak benar atau berita hoax. Terutama, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, media sosial bisa menjadi senjata yang mematikan bagi kita untuk menyebarkan berita bohong dan memberi kesaksian yang tidak benar.

Yohanes telah menunjukkan spirit hidupnya yang luar biasa kepada kita. Keteladanannya dalam memberi kesaksian tentang Yesus sungguh menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai seorang pengikut Kristus di era ini. Kita pun harus mampu menjadi Yohanes-Yohanes kecil yang selalu memberi kesaksian yang baik tentang Allah dan manusia. Dalam konteks situasi saat ini, kita bisa tampil untuk memberikan kesaksian yang baik dan benar sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki tentang Covid-19. Kita juga bisa memberi motivasi yang baik agar situasi batin orang lain menjadi aman, nyaman dan tidak takut berlebihan. Apabila tidak bisa bertemu secara langsung, media sosial bisa menjadi sarana yang baik bagi kita untuk menyampaikan kebaikan-kebaikan dan bukannya menyebarkan berita bohong. Semoga kita saling menguatkan dan meneguhkan satu sama lain untuk terus memberi kesaksian yang baik. Hanya dengan demikian, kita dapat meneladani pribadi Yohanes sebagai seorang utusan Tuhan. ***Atanasius KD Labaona***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar