( Mrk 16 9-15 )
Sehebat apapun seorang sarjana yang baru tamat dari
perguruan tinggi, ia tidak akan diberi tanggung jawab kunci dalam mengelola
suatu usaha. Kariernya hanya akan meningkat melalui tahapan-tahapan yang wajar.
Ia harus melatih diri, belajar dari pengalaman dan kesalahan-kesalahan yang
dibuat. Andaikata ia dapar melewati semuanya dengan baik, ia akan dipercaya
untuk memegang posisi kunci. Disaat itu
ia dianggap matang untuk mengatasi problem perusahan dan mendatangkan
keuntungan bagi semua orang.
Buah kebangkitan, jika didalami secara teliti,
kebangkitan tak akan berguna tanpa perutusan. Pada titik ini buah-buah
keselamatan menjadi benih baru yang menyebar keseluruh dunia. Wafat dan
kebangkitan Yesus telah mengakhiri peran-Nya sebagai manusia di dunia. Peran
itu telah dialihkan ke generasi yang sudah disiapkan, yangkni para murid.
Saulus menganiaaya orang Kristen perdana sebelum dia
bertobat. Ia pada akhirnya berganti nama menjadi Rasul Paulus, karena dia
akhirnya menjadi tokoh pemberita Injil. Rasa sukacita bertemu Yesus, mengubah
orang menjadi pewarta Injil. Injil Markus secara ringka menggambarkan seluruh
peristiwa paska kebangkitan dan perutusan. “ Pergilah ke seluruh dunia,
beritakanlah Injil kepada segala makluk “, kata Yesus. Berita Injil berarti
berita gembira tentang keselamatan, yang terbuka sepenuhnya kepada semua orang,
bahkan semua makluk. Dengan demikian
peluang itu sudah terbuka, apakah manusia akan selamat sekarang menjadi
tanggungjawabnya sendiri. Yesus mengutus mereka ketika Ia melihat mereka sudah
siap untuk itu. Rasul Paulus berkata “Tetapi andaikata Kristus tidak
dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan
kamu.” ( I Kor 15 : 14 ). Para murid
wajib meyakinkan umat manusia, bahwa peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan
baik, agar semua orang dapat mengambil bagian dalam keselamatan kekal yang
disediakan oleh Allah Bapa itulah perutusan.
Hidup dan penghayatan iman kita merupakan siarah yang
panjang dan terus diarahkan kepada kesempurnaan hubungan dengan Tuhan. Karena
Iman kita belum sempurna, kita berkewajiban untuk selalu memberikan kesempatan
kepada Yesus agar menyempurnakan iman kita, agar kita siap untuk menerima
perutusan-Nya. Banyak dari antara umat beriman masa kini senang menjadi anggota
Gereja. Menikmati banyak karunia rahmat
dalam liturgi tuntunan iman, moral, rasa damai dan tentram dalam
persekutuan. Bantuan dan penyertaan
dalam kesulitan, tetapi tidak sampai
tergerak untuk memenuhi tanggungjawab sebagai utusan Tuhan. Misi Gereja hanya
terwujud jikalau umat, baik secara pribadi maupun bersama-sama, bertekad untuk mewartakan Sabda Tuhan. Tekat
ini perlu terus dipupuk sehingga misi Gereja, yang tidak lain adalah misi Tuhan
sendiri, dapat terwujud dan membaharui wajah seluruh bumi. Pemberitaan Injilpun
akhirnya sampai kepada kita, itulah sukacita Injil yang wajib kita bagikan
kepada semua orang. Semakin dekat dengan
Yesus, semakin banyak kita menemukan
peluang dalam mewartakan Injil di dalam sikap, perbuatan dan pelayanan dalam
tugas dan karya kita.
( Mrk 16:9
– 20 ) Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia
mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus
pernah mengusir tujuh setan. Lalu
perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi
Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus
hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa
yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke
luar kota. Lalu kembalilah mereka dan
memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun
teman-teman itu tidak percaya.
Akhirnya
Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan
Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak
percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah
ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan
diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang
yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara
dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka
tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit,
dan orang itu akan sembuh." Sesudah
Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu
duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun
pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan
meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya
JK
Lejab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar