Jumat, 17 April 2020

PERGILAH WARTAKAN INJIL BAGI SEMUA ORANG DI DUNIA

( Mrk 16 9-15 )
Sehebat apapun seorang sarjana yang baru tamat dari perguruan tinggi, ia tidak akan diberi tanggung jawab kunci dalam mengelola suatu usaha. Kariernya hanya akan meningkat melalui tahapan-tahapan yang wajar. Ia harus melatih diri, belajar dari pengalaman dan kesalahan-kesalahan yang dibuat. Andaikata ia dapar melewati semuanya dengan baik, ia akan dipercaya untuk memegang posisi kunci.  Disaat itu ia dianggap matang untuk mengatasi problem perusahan dan mendatangkan keuntungan bagi semua orang.  

Buah kebangkitan, jika didalami secara teliti, kebangkitan tak akan berguna tanpa perutusan. Pada titik ini buah-buah keselamatan menjadi benih baru yang menyebar keseluruh dunia. Wafat dan kebangkitan Yesus telah mengakhiri peran-Nya sebagai manusia di dunia. Peran itu telah dialihkan ke generasi yang sudah disiapkan, yangkni para murid. 

Saulus menganiaaya orang Kristen perdana sebelum dia bertobat. Ia pada akhirnya berganti nama menjadi Rasul Paulus, karena dia akhirnya menjadi tokoh pemberita Injil. Rasa sukacita bertemu Yesus, mengubah orang menjadi pewarta Injil. Injil Markus secara ringka menggambarkan seluruh peristiwa paska kebangkitan dan perutusan. “ Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makluk “, kata Yesus. Berita Injil berarti berita gembira tentang keselamatan, yang terbuka sepenuhnya kepada semua orang, bahkan semua makluk.  Dengan demikian peluang itu sudah terbuka, apakah manusia akan selamat sekarang menjadi tanggungjawabnya sendiri. Yesus mengutus mereka ketika Ia melihat mereka sudah siap untuk itu.  Rasul Paulus berkata  Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.” ( I Kor  15 : 14 ).   Para murid wajib meyakinkan umat manusia, bahwa peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik, agar semua orang dapat mengambil bagian dalam keselamatan kekal yang disediakan oleh Allah Bapa itulah perutusan.  

Hidup dan penghayatan iman kita merupakan siarah yang panjang dan terus diarahkan kepada kesempurnaan hubungan dengan Tuhan. Karena Iman kita belum sempurna, kita berkewajiban untuk selalu memberikan kesempatan kepada Yesus agar menyempurnakan iman kita, agar kita siap untuk menerima perutusan-Nya. Banyak dari antara umat beriman masa kini senang menjadi anggota Gereja.  Menikmati banyak karunia rahmat dalam liturgi tuntunan iman, moral, rasa damai dan tentram dalam persekutuan.  Bantuan dan penyertaan dalam kesulitan,  tetapi tidak sampai tergerak untuk memenuhi tanggungjawab sebagai utusan Tuhan. Misi Gereja hanya terwujud jikalau umat, baik secara pribadi maupun bersama-sama,  bertekad untuk mewartakan Sabda Tuhan. Tekat ini perlu terus dipupuk sehingga misi Gereja, yang tidak lain adalah misi Tuhan sendiri, dapat terwujud dan membaharui wajah seluruh bumi. Pemberitaan Injilpun akhirnya sampai kepada kita, itulah sukacita Injil yang wajib kita bagikan kepada semua orang.  Semakin dekat dengan Yesus,  semakin banyak kita menemukan peluang dalam mewartakan Injil di dalam sikap, perbuatan dan pelayanan dalam tugas dan karya kita. 

( Mrk 16:9 – 20 ) Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.  Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.  Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.   Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.  Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya. 

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."  Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.  Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya
JK Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar