( Yoh. 7 40-53 )
Dalam hal
korupsi, ternyata Indonesia adalah juaranya.
Dalam berita yang terjadi dan realitas di tengah masyarakat. Karena
sistim itu sudah sedemikian korupnya, orang-orang akirnya merasa itu wajar.
Akibatnya orang-orang berniat untuk bekerja dengan jujur dan bebas dari korupsi
justu terasing di tengah lingkungan kerja.
Nikodemos adalah
contoh orang-orang yang memperjuangkan yang benar lalu terasing dari
lingkungannya. Karena ia menunjukan prinsipnya yang benar, ia dipersalahkan dan
dianggap membela Yesus. Padahal Nikodemus justru mengungkapkan prinsip yang
benar, yakni orang tak boleh dihukum sebelum didengar kesaksian. Dasarnya
hanyalah karena kelompok orang itu sudah sepakat untuk melenyapkan Yesus. Yang
menghalangi niat itu akan dianggap sebagai sekutu Yesus yang harus dimusuhi
juga.
Didalah
kehidupan sehari-hari, kita sering harus masuk kedalam kelompok-kelompok
tertentu, entah itu kelompok profesi, suku dan agama, atau aneka latar belakang
yang lain. Apapun kelompok yang kita masuki, kita ditantang untuk membahasakan
pesan Injil lewat kehadiran, tutur kata dan tingkah laku kita. Kita harus
melakukan pekerjaan itu dengan tulus dan jujur apapun anggapan orang kita tidak
loyal. Prinsip hidup harus dilakukan sesuai dengan apa yang kekehendaki Yesus.
Belajarlah dari tokok Nikodemus yang berani melawan dan menentang kelaliman
untuk membela kebenaran. Namun kadang kita selalu membela sesuatu hal yang
dianggal salah, dimana dimata semua orang itu bukanlah kebenaran namun untuk mendapat
kedudukan. Ibarat Yudas yang mengkianati Yesus. Katakan salah jika itu salah dan katakana benar jika itu
benar. Prinsip ini yang harus dipengang sebagai seorang kristiani.
( Yoh 7:40
– 53 ) Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan
perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan
datang." Yang lain berkata:
"Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias
tidak datang dari Galilea! Karena Kitab
Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung
Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang
banyak karena Dia. Beberapa orang di
antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani
menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada
imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka:
"Mengapa kamu tidak membawa-Nya?" Jawab
penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang
itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka:
"Adakah kamu juga disesatkan?
Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin
yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Tetapi
orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!" Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu
telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita enghukum
seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah
dibuat-Nya?" Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang
Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang
datang dari Galilea." Lalu mereka
pulang, masing-masing ke rumahnya,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar