Jumat, 10 April 2020

YESUS DARI NASARET YANG TERSALIB TELAH BANGKIT


( Mat 28 : 1- 10 )
Disaat-saat mengalami perkawinan bagi sebuah pasangan suami istri, orang selalu menganjurkan agar kembali melihat titik awal hidup berkeluarga. Perjalan kembali ini bertujuan merefleksikan semangat atau motivasi awal ketika seseorang memilih cara hidup seperti ini dengan pasangannya. Refleksi tersebut sangat penting untuk menjernihkan motivasi dan menygarkan kembali hidup perkawinan yang semakin terasa hambar. Untuk melakukan itu orang perlu berani, jujur,terbuka dan rendah hati.
Kematian Yesus yang tragis menyisahkan krisis besar bagi para murid. Impian mereka terhempas, harapan mereka hancur berantakan dan masa depan mereka menjadi gelap segelap makam Yesus. Maria Magdalena dan Maria yang yang lain mengunjungi makam untuk menghormati Guru mereka yang telah mati. Namun makam bukanlah tempat yang tepat untuk mencari Yesus karena makam telah kosong. “ Ia sudah bangkit dan tidak ada lagi disini “ demikianlah kata Malaikat itu kepada Maria Magdalena dan teman-temannya. 


Kegembiraan wanita-wanita itu adalah kembiraan yang sempurna. Yesus telah wafat secara tragis dan dimakamkan di tempat ini namun telah bangkit. Warta kebangkitan oleh Malaikat itu mengubah hidup mereka selanjutnya. Kegembiraan dan ketakutan bercampur baur. Mereka tak sanggup berkata-kata karena mereka belum sepenuhnya memahami pewartaan Kristus.  Namun tindakan mereka hendak mengurapi jenasah Kristus menggambarkan kasih sejati tanpa pretensi apapun.
Apa kembiraan yang lebih besar dari pada mendengar berita, bahwa Guru yang begitu dicintai, yang telah menderita begitu hebat, bahhkan telah wafat dan dimakamkan, kini telah bangkit ? Berita itu tidak saja memberi sukacita tetapi juga menjadi pembenaran atas segala pewahyuhan yang telah dilakukan,  baik oleh para Nabi di jaman Perjanjian Lama maupun oleh Yesus sendiri selama hidup dan karyaNya. Maka suka cita itu tak boleh dipendam, tetapi harus diwartakan, sehingga memberi harapan bagi banyak orang yang menantikan pembebasan dosa.

Para murid diminta untuk pergi ke Galilea karena disanalah mereka akan berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Mengapa Galilea ? Galilea merupakan tempat asal para murid dan tempat Yesus memanggil mereka untuk mengiku Dia. Perintah Yesus untuk kembali ke Galilea bukan pertama-tama ajakan untuk bernostalgia. Yesus meminta untuk merefleksikan panggilan dan kembali menelusuri perjalanan mereka bersama Yesus dalam terang salib dan kebangkitan. Yesus memintah untuk menjernihkan pandangan mereka tentang Dia dan memurnikan kembali motivasi mereka dalam mengikuti Yesus.

Perayaan Paskah tidak hanya berhenti pada perayaan meriah malam Paskah. Paskah harus menjadi pengalaman yang memberikan kita sukacita dan harapan. Seperti para murid yang lain kita tidak perlu kemakam dan tidak menyaksikan gempa bumi dan caya kemilau di makam.  Namun kita bisa berjumpa dengan Dia dalam kehidupan konkrit atau ke Galilea hidup kita. Dengan adanya situasi sekarang ini dalam menghadapi virus corona bagaimana kita menyikapinya. Untuk berjumpa dengan Dia kita tidak perlu ke Vatikan, ke Lourdes, atau ke Fatima. Kita di rumah saja dalam menghadapi penyebaran virus corona. Paskah Tuhan akan selalu ada suka cita karena Dia yang telah bangkit akan selalu menemani kita dalam merayakan Paskah Tuhan di tahun 2020. Barang kali kita saat ini mengalami krisis iman atau rupa-rupa krisis yang lain.  Maka saatnya kita kembali ke Galilea untuk menjernihkan kembali motivasi kita dan menata iman akan Yesus yang mengalahkan maut dan kematian.

( Mat 28:1 – 10 ) Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.  Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.  Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.  Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.  Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.  Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 

Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."  Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.   Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.  Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Jk Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar