Kamis, 16 April 2020

DAMAI SEJAHTERA BAGI KAMU


( Luk 24 :35-48 )
Seorang anak kecil yang senantiasa hidup dalam kecemasan akan selalu dihantui oleh kecemasan itu. Setelah masa dewasa iapun akan merasa kecemasan itu masih mempengaruhi tingkah laku dan perlakuannya kepada orang lain. Orang seperti ini membutuh pendampingan psikologis yang membebaskan dia dari kecemasan yang tidak perlu agar ia dapat hidup dan berkarya secara normal.

Injil hari ini menceritakan Kematian Yesus adalah pengalaman yang sangat traumatis bagi para murid. Mereka ibarat anak ayam yang kehilangan induk. Hal ini berpotensi menghancurkan hidup mereka di masa depan. Andaikan demikian maka kelanjutan karya keselamatannya yang dirintis Yesus tidak terjadi. Karena itu penampakan diri Yesus adalah terapi yang paling ampuh untuk menggugah kembali rasa percaya diri para muris-murid Yesus. Yesus setelah bangkit dari kematian menampakan diri dan menyeruhkan damai kepada para rasul. Yesus sendirilah Sang Raja Damai itu.  Ditempat mana Yesus berada disitu ada damai.

Sebulum Yesus di tangkap  dan dibunuh semua karya Yesus eslalu membawa damai. Orang yang sakit, orang buta,orang lumpuh, orang kusta, orang yang menderita pendarahan mengalami damai karena dibebaskan dari penderitaan mereka. Yesus melakukan tahapan demi tahapan. Ia mengajarkan kebenaran Alkitabiah, membuka hati mereka agar memahaminya, dan akhirnya mengutus mereka untuk memberitakan pertobatan-pertobatan dan pengampunan itu, mulai dari Yerusalem, hingga menggapai semua bangsa.

Yesus terus hadir untuk meneguhkan hati umatnya, tetapi untuk itu Ia memerlukan uluran tangan kita. Alangkah indahnya kalau kita sebagai orang beriman memperhatikan orang-orang yang mengalami tekanan iman dalam hidup. Yesus menerima sengsara dan penderitaan di kayu salib dengan penuh tulus dan damai. Yesus dalam damai mengampuni orang-orang yang menganiaya-Nya. Dan pada akhirnya Yesus menyerahkan nyawaNya dalam damai kepada Bapa. Perhatian dan pelayanan kita adalah cara yang dapat di gunakan Yesus untuk menolong umatnya yang penuh dengan damai. Dengan demikian, tiga nilai pokok Paskah yang dapat tetap berjalan, yakni kehadiran, belas kasih dan pengutusan. Yesus hadir di tengah para murid, dengan penuh berbelas kasih atas perhatan mereka, Ia mengutus mereka untuk menjadi saksi  tentang Salib dan Kebangkitan.

Inilah makna kegembiraan Paskah, ketika kita jatuh, Tuhan hadir dan memberi kita peneguhan yang penuh damai. Dengan demikian kita tidak mengalami belas kasihNya yang tak kunjung putus. Namun cintanya mewajibkan kita untuk menjadi utusanNya.  Jika anda seorang beriman tanyalah kepada diri anda, apalagi yang harus anda pilih selain menurut kehendakNya. Perhatian dan pelayanan kita adalah cara yang dapat digunakan Yesus untuk menolong umatnya. Mari kita menolong Yesus dengan memperhatikan orang-orang yang tertekan dalam iman. Kita sebagai umat Kristian dipanggil menjadi pembawa damai baik melalui kata, sikap, dan tindakan dalam karya-karya nyata.

 ( Luk 24:35 – 48 ) Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.   Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"   Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.  Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?  Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."  Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.  Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"  Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.  Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.  Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.   Kamu adalah saksi dari semuanya ini

JK Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar