(
Luk 24 :35-48 )
Seorang
anak kecil yang senantiasa hidup dalam kecemasan akan selalu dihantui oleh
kecemasan itu. Setelah masa dewasa iapun akan merasa kecemasan itu masih
mempengaruhi tingkah laku dan perlakuannya kepada orang lain. Orang seperti ini
membutuh pendampingan psikologis yang membebaskan dia dari kecemasan yang tidak
perlu agar ia dapat hidup dan berkarya secara normal.
Injil hari
ini menceritakan Kematian Yesus adalah pengalaman yang sangat traumatis bagi
para murid. Mereka ibarat anak ayam yang kehilangan induk. Hal ini berpotensi
menghancurkan hidup mereka di masa depan. Andaikan demikian maka kelanjutan
karya keselamatannya yang dirintis Yesus tidak terjadi. Karena itu penampakan
diri Yesus adalah terapi yang paling ampuh untuk menggugah kembali rasa percaya
diri para muris-murid Yesus. Yesus setelah bangkit dari kematian menampakan
diri dan menyeruhkan damai kepada para rasul. Yesus sendirilah Sang Raja Damai
itu. Ditempat mana Yesus berada disitu
ada damai.
Sebulum
Yesus di tangkap dan dibunuh semua karya
Yesus eslalu membawa damai. Orang yang sakit, orang buta,orang lumpuh, orang
kusta, orang yang menderita pendarahan mengalami damai karena dibebaskan dari
penderitaan mereka. Yesus melakukan tahapan demi tahapan. Ia mengajarkan
kebenaran Alkitabiah, membuka hati mereka agar memahaminya, dan akhirnya
mengutus mereka untuk memberitakan pertobatan-pertobatan dan pengampunan itu,
mulai dari Yerusalem, hingga menggapai semua bangsa.
Yesus
terus hadir untuk meneguhkan hati umatnya, tetapi untuk itu Ia memerlukan
uluran tangan kita. Alangkah indahnya kalau kita sebagai orang beriman memperhatikan
orang-orang yang mengalami tekanan iman dalam hidup. Yesus menerima sengsara
dan penderitaan di kayu salib dengan penuh tulus dan damai. Yesus dalam damai
mengampuni orang-orang yang menganiaya-Nya. Dan pada akhirnya Yesus menyerahkan
nyawaNya dalam damai kepada Bapa. Perhatian dan pelayanan kita adalah cara yang
dapat di gunakan Yesus untuk menolong umatnya yang penuh dengan damai. Dengan
demikian, tiga nilai pokok Paskah yang dapat tetap berjalan, yakni kehadiran,
belas kasih dan pengutusan. Yesus hadir di tengah para murid, dengan penuh
berbelas kasih atas perhatan mereka, Ia mengutus mereka untuk menjadi saksi tentang Salib dan Kebangkitan.
Inilah
makna kegembiraan Paskah, ketika kita jatuh, Tuhan hadir dan memberi kita
peneguhan yang penuh damai. Dengan demikian kita tidak mengalami belas kasihNya
yang tak kunjung putus. Namun cintanya mewajibkan kita untuk menjadi
utusanNya. Jika anda seorang beriman
tanyalah kepada diri anda, apalagi yang harus anda pilih selain menurut kehendakNya.
Perhatian dan pelayanan kita adalah cara yang dapat digunakan Yesus untuk
menolong umatnya. Mari kita menolong Yesus dengan memperhatikan orang-orang
yang tertekan dalam iman. Kita sebagai umat Kristian dipanggil menjadi pembawa
damai baik melalui kata, sikap, dan tindakan dalam karya-karya nyata.
( Luk 24:35
– 48 ) Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan
dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan
sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di
tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi
kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa
mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia
berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul
keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah
tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena
hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada
pada-Ku." Sambil berkata demikian,
Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena
girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu
makanan di sini?" Lalu mereka
memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
Ia berkata
kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika
Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada
tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab
Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran
mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus
menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang
pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai
dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini
JK
Lejab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar