( Luk 24 :13-35 )
Seorang pasien pengidap Virus Corona atau pengidap
penyakit yang mematikan akan mengalami suatu krisis akan harapan untuk bertahan
hidup. Yang menjadi harapan untuk tetap bertahan hidup adalah dukungan dari semua
orang dianggap orang dekat yakni keluarga, sahabat dan kenalan sekitar kita. Apabila
krisis harapan ini diimbangi dengan dukungan semua orang atau semua pihak
niscaya harapan berjuang untuk bertahan hidup akan semakin terwujud. Ada sebuah
pengalaman yakni bapak Rafael semula ia
hidup normal, namun disuatu saat ia mengalami kecelakaan yakni jatuh dari atas
ketinggian saat mengiris tuak. Tangannya yang satu diamputasi di bagian lengan dekat siku tangan,
sehingga ia hidup sudah tidak normal
lagi. Ia begitu terpukul dan meratapi nasibnya, bagaimana ia akan menghadapi
hidup ini dengan sebelah tangan saja. Waktu berlalu begitu cepat sehingga iapun
menerima dan berdamai dengan keadaannya. Semua kegiatan keseharian ia lakukan
sesuai kemampuan yang ia bisa lakukan. Dengan berjalannya waktu dimana hal-hal
yang tidak dapat kita duga ia juga dapat melakukan semua dengan baik bahkan
melebihi orang normal. Inilah obat mujarab
yang dalam mengatasi krisis kepercayaan hidup adalah sebuah harapan. Jika penderita
atau pasien keadaannya akan menurun atau merosot itu akibat sudah hilang
kepercayaan untuk sembuh. Harapan itu penting untuk kita dapat mengatasi dan
menatap masa depan dengan penuh kegembiraan.
Perjuangan dua murid ke Emaus adalah perjuangan dua
pengikut Yesus yang mengalami krisis panggilan menjadi murid Yesus. Yesus yang
mereka andalkan telah dihukum mati dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
Sebaiknya mereka pulang kampung saja
karena disana mungkin akan lebih baik.
Mereka mungkin dapat menemukan peneguhan dari kaum keluaurga, sahabat
maupun kenalan. Atau ingin memulai sesuatu yang baru agar dapat melupakan tragedi
yang menimpa Sang Guru yang dikagumi. Yesus yang diharapkan sebagai Mesis telah
mati di salibkan. Kemana mereka menggantungkan harapan dalam melakukan segala
sesuatu ? Di jalan ke Emaus mereka
berjalan kearah matahari terbenam dengan membawa sisa-sisa harapan yang semakin
memudar. Namun kehadiran Yesus dalam
perjalanan mengubah semua harapan mereka berdua. Kisah harapan dimekarkan kembali saat
perjalanan pulang dua orang murid menuju ke Emaus.
Krisis itu teratasi dan mereka kembali menemukan
kekuatan untuk setia mengikuti-Nya. Yesus tidak membiarkan para muridnya
berjalan sendiri tanpa harapan. Yesus mendampingi murid-Nya dalam perjalanan,
menerangkan Kitab Suci, dan memperlihatkan diriNya dalam memecahkan roti. Penampakan Yesus kepada kedua murid-Nya itu
kembali berkobar-kobar di dalam hati saat mereka bertiga berjalan bersama-sama
ke Emaus. Merekapun akhirnya kembali ke komunitas para murid di Yerusalem dan
membagikan kabar gembira bahwa Yesus telah bangkit. Kematian Yesus bukanlah
akhir dari perjalanan mereka bersama Yesus. Yesus telah bangkit dan mengalahkan
kematian dan mendampingi para murid-Nya sampai selamanya.
Dalam hidup sehari-hari ada banyak orang disekitar
kita yang mengalami krisis iman. Mereka
merasa iman tidak lagi bermakna karena disaat mereka mengalami suatu krisis
penderitaan tidak ada yang perduli. Kehadiran
kita bagi sesama disekitar seharusnya datang tepat waktu untuk membantu dan
menolong mereka di saat krisis. Mari kita menjadi Yesus yang hadir disaat yang
tepat bagi saudara kita mengalami krisis. Kehadiran kita yang tulus memungkinkan
mereka menemukan wajah Tuhan yang meneguhkan.
( Luk 24:13 – 35 ) Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid
Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil
jauhnya dari Yerusalem, - dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang
telah terjadi. - Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran,
datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan
mereka. - Tetapi ada sesuatu yang menghalangi
mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. - Yesus berkata kepada
mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka
berhentilah mereka dengan muka muram. –
Seorang
dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya
orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada
hari-hari belakangan ini?" - Kata-Nya kepada mereka: "Apakah
itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia
adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan
Allah dan di depan seluruh bangsa kami. - Tetapi imam-imam kepala dan
pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka
telah menyalibkan-Nya. - Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang
datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga
hari, sejak semuanya itu terjadi. -2 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan
kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, - dan
tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah
kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. -
Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang
benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka
lihat." –
Lalu Ia
berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu,
sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! -
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam
kemuliaan-Nya?" - Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis
tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala
kitab nabi-nabi. - Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat
seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. - Tetapi mereka sangat
mendesak-Nya, katanya: Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah
menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk
tinggal bersama-sama dengan mereka. -
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia
mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya
kepada mereka. - Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,
tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. - Kata mereka seorang kepada yang
lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita
di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" - Lalu
bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati
kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman
mereka. - Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah
menampakkan diri kepada Simon." - Lalu kedua orang itu pun menceriterakan
apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu
Ia memecah-mecahkan roti
JK
Lejab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar