Selasa, 14 April 2020

MEREKA MENGENALI YESUS PADA WAKTU IA MEMECAHKAN ROTI


( Luk 24 :13-35 )
Seorang pasien pengidap Virus Corona atau pengidap penyakit yang mematikan akan mengalami suatu krisis akan harapan untuk bertahan hidup. Yang menjadi harapan untuk tetap bertahan hidup adalah dukungan dari semua orang dianggap orang dekat yakni keluarga, sahabat dan kenalan sekitar kita. Apabila krisis harapan ini diimbangi dengan dukungan semua orang atau semua pihak niscaya harapan berjuang untuk bertahan hidup akan semakin terwujud. Ada sebuah  pengalaman yakni bapak Rafael semula ia hidup normal, namun disuatu saat ia mengalami kecelakaan yakni jatuh dari atas ketinggian saat mengiris tuak. Tangannya yang satu  diamputasi di bagian lengan dekat siku tangan,  sehingga ia hidup sudah tidak normal lagi. Ia begitu terpukul dan meratapi nasibnya, bagaimana ia akan menghadapi hidup ini dengan sebelah tangan saja. Waktu berlalu begitu cepat sehingga iapun menerima dan berdamai dengan keadaannya. Semua kegiatan keseharian ia lakukan sesuai kemampuan yang ia bisa lakukan. Dengan berjalannya waktu dimana hal-hal yang tidak dapat kita duga ia juga dapat melakukan semua dengan baik bahkan melebihi orang normal.  Inilah obat mujarab yang dalam mengatasi krisis kepercayaan hidup adalah sebuah harapan. Jika penderita atau pasien keadaannya akan menurun atau merosot itu akibat sudah hilang kepercayaan untuk sembuh. Harapan itu penting untuk kita dapat mengatasi dan menatap masa depan dengan penuh kegembiraan.

Perjuangan dua murid ke Emaus adalah perjuangan dua pengikut Yesus yang mengalami krisis panggilan menjadi murid Yesus. Yesus yang mereka andalkan telah dihukum mati dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Sebaiknya mereka pulang kampung  saja karena disana mungkin akan lebih baik.  Mereka mungkin dapat menemukan peneguhan dari kaum keluaurga, sahabat maupun kenalan. Atau ingin memulai sesuatu yang baru agar dapat melupakan tragedi yang menimpa Sang Guru yang dikagumi. Yesus yang diharapkan sebagai Mesis telah mati di salibkan. Kemana mereka menggantungkan harapan dalam melakukan segala sesuatu ?  Di jalan ke Emaus mereka berjalan kearah matahari terbenam dengan membawa sisa-sisa harapan yang semakin memudar.  Namun kehadiran Yesus dalam perjalanan mengubah semua harapan mereka berdua.  Kisah harapan dimekarkan kembali saat perjalanan pulang dua orang murid menuju ke Emaus.

Krisis itu teratasi dan mereka kembali menemukan kekuatan untuk setia mengikuti-Nya. Yesus tidak membiarkan para muridnya berjalan sendiri tanpa harapan. Yesus mendampingi murid-Nya dalam perjalanan, menerangkan Kitab Suci, dan memperlihatkan diriNya dalam memecahkan roti.  Penampakan Yesus kepada kedua murid-Nya itu kembali berkobar-kobar di dalam hati saat mereka bertiga berjalan bersama-sama ke Emaus. Merekapun akhirnya kembali ke komunitas para murid di Yerusalem dan membagikan kabar gembira bahwa Yesus telah bangkit. Kematian Yesus bukanlah akhir dari perjalanan mereka bersama Yesus. Yesus telah bangkit dan mengalahkan kematian dan mendampingi para murid-Nya sampai selamanya. 

Dalam hidup sehari-hari ada banyak orang disekitar kita yang mengalami krisis iman.  Mereka merasa iman tidak lagi bermakna karena disaat mereka mengalami suatu krisis penderitaan tidak ada yang perduli.  Kehadiran kita bagi sesama disekitar seharusnya datang tepat waktu untuk membantu dan menolong mereka di saat krisis. Mari kita menjadi Yesus yang hadir disaat yang tepat bagi saudara kita mengalami krisis. Kehadiran kita yang tulus memungkinkan mereka menemukan wajah Tuhan yang meneguhkan.

( Luk  24:13 – 35 )  Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, - dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. - Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. -  Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. - Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. –

Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" - Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. - Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. - Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. -2 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, - dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. - Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." –

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! - Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" - Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. - Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. - Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. - 

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. - Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. - Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" - Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. - Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." - Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti

JK Lejab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar